Hasil Sidang Kedua BPUPKI

Kompas.com - 20/02/2020, 08:00 WIB
Sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6, Jakarta yang Sekarang menjadi Gedung Pancasila. Arsip Nasional Republik IndonesiaSidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6, Jakarta yang Sekarang menjadi Gedung Pancasila.

KOMPAS.com - Sidang kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI) dimulai pada 10 Juli 1945.

Sidang dibuka dengan laporan Soekarno selaku ketua panitia kecil yang dibentuk di sidang pertama.

Seperti dikutip dari Jalan Menuju Kemerdekaan: Sejarah Perumusan Pancasila (2018), dua hal yang dilaporkan Soekarno yakni:

  1. Hasil inventarisasi usul dan pendapat para anggota BPUPKI
  2. Usaha mencari jalan tengah atas perbedaan pandangan golongan Islam dan golongan nasionalis

Ada 40 orang yang mengajukan usulan. Secara garis besar, ada 32 persoalan yang diajukan.

Baca juga: Hasil Sidang Pertama BPUPKI

Usulan tersebut dikelompokkan menjadi sembilan kelompok. Kelompok usulan yang paling banyak adalah yang meminta kemerdekaan secepatnya.

Sehingga, tiga usul yang disampaikan Soekarno untuk BPUPKI yakni:

  1. BPUPKI menentukan bentuk negara dan menyusun hukum dasar negara
  2. BPUPKI meminta Pemerintah Agung di Tokyo secepatnya mengesahkan hukum dasar itu dan meminta agar segera dibentuk Badan Persiapan Kemerdekaan
  3. Persoalan tentara kebangsaan dan soal keuangan

Dalam pidato laporannya, Soekarno juga membacakan Piagam Jakarta, pembukaan hukum dasar negara yang dirumuskan Panitia Sembilan dan disetujui panitia kecil.

Baca juga: Panitia Sembilan: Anggota, Tugas, dan Kontribusinya

Isi sidang kedua BPUPKI

Setelah Soekarno membacakan laporan, sidang kedua kembali dijalankan.

Sidang dilanjutkan dengan agenda:

  1. Rancangan undang-undang dasar
  2. Rancangan bentuk negara, wilayah negara dan kewarganegaraan
  3. Susunan pemerintahan, unitarisme, dan federalisme

Para anggota pun dibagi menjadi tiga panitia yakni

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdamaian: Definisi dan Jenisnya

Perdamaian: Definisi dan Jenisnya

Skola
Politik Arab Spring di Timur Tengah (2011)

Politik Arab Spring di Timur Tengah (2011)

Skola
Mediasi Sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik

Mediasi Sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik

Skola
Resolusi Konflik: Definisi dan Metodenya

Resolusi Konflik: Definisi dan Metodenya

Skola
Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Skola
Peristiwa Perang Falkland (Malvinas)

Peristiwa Perang Falkland (Malvinas)

Skola
Terjadinya Perang Bosnia (1992-1995)

Terjadinya Perang Bosnia (1992-1995)

Skola
Sejarah Krisis Crimea (2014)

Sejarah Krisis Crimea (2014)

Skola
Penggunaan During, For, dan While

Penggunaan During, For, dan While

Skola
Contoh Teks Petunjuk Cara Menghemat Energi

Contoh Teks Petunjuk Cara Menghemat Energi

Skola
Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Skola
Kalimat Tunggal dan Majemuk: Ciri-ciri dan Contohnya

Kalimat Tunggal dan Majemuk: Ciri-ciri dan Contohnya

Skola
Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional Mancanegara

Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional Mancanegara

Skola
Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Skola
Invasi Teluk Babi di Kuba (1961)

Invasi Teluk Babi di Kuba (1961)

Skola
komentar
Close Ads X