Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Kompas.com - 18/02/2020, 16:00 WIB
Batas wilayah perairan Indonesia sesuai Deklaras Djuanda pada 1957. globalsecurity.orgBatas wilayah perairan Indonesia sesuai Deklaras Djuanda pada 1957.

KOMPAS.com - Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya kepentingan untuk melindungi wilayah perairannya.

Salah satu upayanya yakni lewat Deklarasi Djuanda. Tahukah kamu apa itu Deklarasi Djuanda?

Tujuan Deklarasi Djuanda

Di awal kemerdekaan, wilayah batas laut Indonesia mengacu pada peraturan masa Hindia Belanda yakni, Teritoriale Zee en en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939).

Dalam peraturan itu, pulau-pulau yang ada di Indonesia sejauh 3 mil dari garis pantai.

Baca juga: Mengingat Deklarasi Djuanda, Mengembalikan Kemaritiman yang Jaya

Oleh sebab itu, kapal-kapal asing/negara laun tak boleh mengambil sumber daya atau lewat dalam jarak ini.

Namun beberapa tahun setelahnya, para petinggi negara mempertimbangkan perlu adanya aturan mengenai sistem laut di Indonesia.

Tujuannya, untuk memberikan pemberitahuan legalitas wilayah perairan Indonesia kepada dunia luar.

Isi Deklarasi Djuanda

Maka pada 13 Desember 1957, sebuah deklarasi dilakukan. Adapun yang menjadi inisiator adalah Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja.

Djuanda menganggap perlunya mengubah sistem ketatalautan Indonesia untuk mengubah zona teritorialnya.

Baca juga: Letak Geografis dan Batas Wilayah ASEAN

Dalam deklarasi ini, Djuanda memberikan informasi kepada negara luar bahwa wilayah laut sekitar yang berada dalam wilayah kepulauan Indonesia menjadi wilayah kesatuan dan kedaulatan NKRI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Skola
Sumber Air Tanah

Sumber Air Tanah

Skola
Pengertian Akuifer dan Macamnya

Pengertian Akuifer dan Macamnya

Skola
Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Skola
Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Skola
Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Skola
Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Skola
Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Skola
Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Skola
Gangguan-gangguan pada Kulit

Gangguan-gangguan pada Kulit

Skola
Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Skola
Peninggalan Zaman Praaksara

Peninggalan Zaman Praaksara

Skola
Kehidupan Zaman Praaksara

Kehidupan Zaman Praaksara

Skola
Air Tanah: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya

Air Tanah: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya

Skola
Drama: Pengertian, Jenis dan Unsurnya

Drama: Pengertian, Jenis dan Unsurnya

Skola
komentar
Close Ads X