Kompas.com - 15/02/2020, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Nusantara adalah istilah yang kerap digunakan untuk menyebut Indonesia.

Nama ini berasal jauh sebelum Indonesia ada.

Dikutip dari Perundang-undangan Madjapahit (1967), nama Nusantara lahir di masa Kerajaan Majapahit di sekitar abad ke-14.

Nusantara saat itu digunakan dalam konteks politik.

Secara politis, kawasan Nusantara terdiri dari gugusan atau rangkaian pulau yang terdapat di antara benua Asia dan Australia, bahkan termasuk Semenanjung Malaya.

Baca juga: Makna Sumpah Palapa

Wilayah itu dikategorikan Majapahit sebagai Nusantara.

Nusantara tercatat diucapkan oleh Gajah Mada, patih Majapahit. Gajah Mada mengucapkannya lewat sumpah yang dikenal sebagai Sumpah Palapa.

Sumpah itu diucapkannya saat upacara pengangkatan menjadi Patih Amangkubumi Majapahit.

Sumpah Palapa berbunyi "Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa."

Artinya, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa."

 Baca juga: Asal-usul Berdirinya Kerajaan Majapahit

Sebagian Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur) justru waktu itu tak termasuk dalam istilah Nusantara yang dimaksud Gajah Mada.

Ini karena kerajaan-kerajaan di tanah Jawa sudah berada langsung di bawah pemerintahan Majapahit.

Saat itu, ada tujuh kerajaan di Pulau Jawa yang memberlakukan aturan Majapahit.

Tujuh kerajaan itu yakni Singasari, Daha, Kahuripan, Lasem, Matahun, Wengker, dan Pajang.

Oleh karena itu, Nusantara digunakan untuk menyebut daerah di luar Majapahit yang perlu ditaklukkan.

Baca juga: 5 Fakta Sejarah Majapahit, Kerajaan Terbesar di Nusantara

Nusantara terdiri dari kata nusa yang artinya pulau, yakni pulau-pulau, dan antara yang berarti lain atau seberang.

Setelah Majapahit bubar, istilah Nusantara terlupakan. Nusantara baru kembali digunakan di abad ke-20.

Tokoh pendidikan nasional pendiri Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara, mempopulerkannya kembali.

Nusantara digunakan sebagai alternatif dari Nederlandsch Oost-Indie atau Hindia Belanda.

Hingga kini, istilah Nusantara masih kerap digunakan sebagai padanan Indonesia.

Baca juga: Sosok Pria Skotlandia Pencetus Nama Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hikayat: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Strukturnya

Hikayat: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Strukturnya

Skola
Iklan Elektronik: Ciri-ciri dan Jenisnya

Iklan Elektronik: Ciri-ciri dan Jenisnya

Skola
Soal dan Jawaban Perkalian dan Pembagian Aljabar Bentuk Suku Banyak

Soal dan Jawaban Perkalian dan Pembagian Aljabar Bentuk Suku Banyak

Skola
4 Teori Ekonomi Mikro

4 Teori Ekonomi Mikro

Skola
Perbedaan Kader dan Kaderisasi

Perbedaan Kader dan Kaderisasi

Skola
Soal dan Jawaban Mengubah Persamaan ke Dalam Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Mengubah Persamaan ke Dalam Bentuk Aljabar

Skola
Jenis-jenis Homo Erectus di Indonesia

Jenis-jenis Homo Erectus di Indonesia

Skola
Soal dan Jawaban Suku dalam Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Suku dalam Bentuk Aljabar

Skola
Kontravensi: Pengertian dan Contohnya

Kontravensi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Soal dan Jawaban Penjelasan Menggunakan Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Penjelasan Menggunakan Bentuk Aljabar

Skola
6 Jenis Properti Tari Kreasi

6 Jenis Properti Tari Kreasi

Skola
Perbedaan Ceramah dan Pidato

Perbedaan Ceramah dan Pidato

Skola
Mengenal Upacara Tedak Siten, Tradisi Masyarakat Jawa

Mengenal Upacara Tedak Siten, Tradisi Masyarakat Jawa

Skola
Mengenal Upacara Jatakarma Samskara, Bali 

Mengenal Upacara Jatakarma Samskara, Bali 

Skola
Mengenal Upacara Penanaman Tembuni, Kalimantan Selatan 

Mengenal Upacara Penanaman Tembuni, Kalimantan Selatan 

Skola
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.