Kompas.com - 15/02/2020, 08:00 WIB
Diorama bernama Armada Perang Majapahit Abad Ke-14 yang terletak di Diorama Sisi 1 di lantai dasar Tugu Monas, Jakarta, Rabu (29/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianDiorama bernama Armada Perang Majapahit Abad Ke-14 yang terletak di Diorama Sisi 1 di lantai dasar Tugu Monas, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Daftar Isi
Buka

    KOMPAS.com - Nusantara adalah istilah yang kerap digunakan untuk menyebut Indonesia.

    Nama ini berasal jauh sebelum Indonesia ada.

    Dikutip dari Perundang-undangan Madjapahit (1967), nama Nusantara lahir di masa Kerajaan Majapahit di sekitar abad ke-14.

    Nusantara saat itu digunakan dalam konteks politik.

    Secara politis, kawasan Nusantara terdiri dari gugusan atau rangkaian pulau yang terdapat di antara benua Asia dan Australia, bahkan termasuk Semenanjung Malaya.

    Baca juga: Makna Sumpah Palapa

    Wilayah itu dikategorikan Majapahit sebagai Nusantara.

    Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
    Daftarkan email

    Nusantara tercatat diucapkan oleh Gajah Mada, patih Majapahit. Gajah Mada mengucapkannya lewat sumpah yang dikenal sebagai Sumpah Palapa.

    Sumpah itu diucapkannya saat upacara pengangkatan menjadi Patih Amangkubumi Majapahit.

    Sumpah Palapa berbunyi "Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa."

    Artinya, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa."

     Baca juga: Asal-usul Berdirinya Kerajaan Majapahit

    Sebagian Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur) justru waktu itu tak termasuk dalam istilah Nusantara yang dimaksud Gajah Mada.

    Ini karena kerajaan-kerajaan di tanah Jawa sudah berada langsung di bawah pemerintahan Majapahit.

    Saat itu, ada tujuh kerajaan di Pulau Jawa yang memberlakukan aturan Majapahit.

    Tujuh kerajaan itu yakni Singasari, Daha, Kahuripan, Lasem, Matahun, Wengker, dan Pajang.

    Oleh karena itu, Nusantara digunakan untuk menyebut daerah di luar Majapahit yang perlu ditaklukkan.

    Baca juga: 5 Fakta Sejarah Majapahit, Kerajaan Terbesar di Nusantara

    Nusantara terdiri dari kata nusa yang artinya pulau, yakni pulau-pulau, dan antara yang berarti lain atau seberang.

    Setelah Majapahit bubar, istilah Nusantara terlupakan. Nusantara baru kembali digunakan di abad ke-20.

    Tokoh pendidikan nasional pendiri Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara, mempopulerkannya kembali.

    Nusantara digunakan sebagai alternatif dari Nederlandsch Oost-Indie atau Hindia Belanda.

    Hingga kini, istilah Nusantara masih kerap digunakan sebagai padanan Indonesia.

    Baca juga: Sosok Pria Skotlandia Pencetus Nama Indonesia

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.