Kompas.com - 11/02/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi Kompas.com/Wicak HidayatIlustrasi
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Pada abad ke-20, para pejuang Indonesia mencoba membuat strategi baru dalam perlawanannya melawan penjajah melawan kolonial untuk meraih kemerdekaan.

Strategi yang dipakai pada zaman tersebut tidak memakai senjata dan berperang. Tapi dengan mendirikan organisasi-organisasi yang modern untuk perlawanan.

Sehingga pada zaman tersebut dikenal sebagai masa pergerakan nasional. Muncul organisasi-organisasi yang bersifat modern, lebih terarah atau terorganisir.

Kemudian bersifat nasional dan dipelopori oleh orang-orang terpelajar.

Baca juga: Pergerakan Nasional di Indonesia, Diawali Organisasi Budi Utomo

Faktor yang memengaruhi

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berdirinya pergerakan-pergerakan nasional di Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, yakni :

  1. Adanya penderitaan rakyat yang berkepanjangan akibat penjajahan.
  2. Adanya kenangan kejayaan masa lalu seperti zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
  3. Lahirnya kaum-kaum intelektual atau terpelajar yang menjadi pemimpin pergerakan.
  4. Adanya diskriminasi rasial.

Faktor ekternal, yakni:

  1. Timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia. Seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme dan sosialisme
  2. Munculnya gerakan Turki muda atau All Indian National Congres 1885, dan Gandhisme. Itu tidak lepas kebangkitan nasional di Asian dan Afrika.
  3. Adanya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa barat.

Latar belakang

Sebelum abad ke-20, perlawanan bangsa Indonesia masih dilakukan bersifat lokal atau kedaerahan. Secara fisik dengan menggunakan senjata trandisional, dipimpin oleh tokoh-tokoh kharismatik.

Baca juga: Dunia Kuliner Era Pergerakan Nasional

Namun, perlawanan seperti itu selalu gagal dan dapat diberantas oleh panjajah. Banyak pejuang-pejuang yang tewas dalam perperangan tersebut.

Akhirnya masa perjuangan fisik berakhir, kemudian beralih ke masa perjuangan melalui organisme modern.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X