Komisi Yudisial: Pengertian, Komitmen, Tugas, dan Wewenangnya

Kompas.com - 06/02/2020, 17:30 WIB
Pengesahan Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di Rapat Paripurna DPR, Senin (3/2/2020) KOMPAS.com/SANIA MASHABIPengesahan Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di Rapat Paripurna DPR, Senin (3/2/2020)

KOMPAS.com - Komisi Yudisial merupakan suatu lembaga yang memiliki sifat mandiri yang memiliki wewenang dalam mengusulkan pengangkatan hakim agung.

Komisi Yudisial juga memiliki wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan suatu martabat, kehormatan, keluhuran, dan juga perilaku hakim.

Dilansir dari situs resmi Komisi Yudisial Republik Indonesia, sebelum terbentuknya Komisi Yudisial, pembentukan lembaga pengawas peradilan yaitu Majelis Pertimbangan Penelitian Hakim (MPPH) dan Dewan Kehormatan Hakim (DKH).

Melalui Amandemen Ketiga UUD 1945 pada tahun 2001 disepakati pembentukan Komisi Yudisial. Ketentuan Komisi Yudisial diatur dalam Pasal 24B UUD 1945.

Maksud dasar yang menjadi semangat pembentukan Komisi Yudisial adalah keprihatinan mendalam mengenai kondisi peradilan yang muram dan keadilan di Indonesia yang tak kunjung tegak.

Baca juga: Komisi Yudisial Berharap DPR Setujui Usulan 6 Calon Hakim Agung

Tujuan Komisi Yudisial

Terbentuknya Komisi Yudisial memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Mendapatkan calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung dan hakim di seluruh badan peradilan sesuai kebutuhan dan standar kelayakan.
  2. Mengupayakan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan hakim.
  3. Peningkatan kepatuhan hakim terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.
  4. Terwujudnya kepercayaan publik terhadap hakim.
  5. Meningkatkan kapasitas kelembagaan Komisi Yudisial yang bersih dan bebas KKN.

Komitmen Komisi Yudisial

Terdapat dua komitmen yang dipegang oleh Komisi Yudisial yaitu:

  • Komitmen nilai

Komitmen nilai Komisi Yudisial terbagi menjadi dua, sebagai berikut:

  1. Bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat.
  2. Bekerja dengan semangat ibadah dan komitmen bersama dengan mengutamakan keteladanan kepemimpinan yang jujur dan profesional.
  • Komitmen moral

Komitmen moral yang dipegang Komisi Yudisial terbagi menjadi beberapa, di antaranya:

  1. Selalu jujur dalam kata dan perbuatan
  2. Selalu terbuka dalam menerima dan menyampaikan pendapat.
  3. Selalu menjaga kebersihan hati, pikiran, dan sumber rezeki.
  4. Selalu berani menyuarakan dan mengeakkan kebenaran
  5. Selalu sabar dalam bekerja menjalankan kewajiban

Baca juga: Komisi Yudisial: 13 Calon Hakim Agung Lolos Tahap Seleksi Kepribadian dan Kesehatan

Wewenang Komisi Yudisial

Sesuai pasal 13 Undang-undang No 18 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas UU No22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial, memiliki wewenang sebagai berikut:

  1. Mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung kepad DPR untuk mendapatkan persetujuan.
  2. Menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
  3. Menetapkan Kode Etik dan atau Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) bersama-sama dengan Mahkamah Agung.
  4. Menjaga dan menegakkan pelaksanaan KEPPH.

Tugas Komisi Yudisial

Berdasarkan pasal 14 UU No 18 Tahun 2011, dalam melaksanakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf A, yaitu mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung kepada DPR.

Maka Komisi Yudisial memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Melakukan pendafatran calon hakim agung
  2. Melakukan seleksi terhadap calon hakim agung
  3. Menetapkan calon hakim agung
  4. Mengajukan calon hakim agung ke DPR

Baca juga: Periksa Harta Calon Hakim MA, Komisi Yudisial Gandeng KPK hingga BPN

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebutan Pramuka di Berbagai Negara

Sebutan Pramuka di Berbagai Negara

Skola
Efek pada Program CorelDRAW

Efek pada Program CorelDRAW

Skola
Sangiran, Tempat Penemuan Banyak Fosil Manusia Purba Indonesia

Sangiran, Tempat Penemuan Banyak Fosil Manusia Purba Indonesia

Skola
Pengertian Fragmen dan Teknik Dasar Akting Teater

Pengertian Fragmen dan Teknik Dasar Akting Teater

Skola
Diskriminasi: Pengertian dan Penyebabnya

Diskriminasi: Pengertian dan Penyebabnya

Skola
Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif pada Sepak Bola

Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif pada Sepak Bola

Skola
Penerapan Induksi Magnetik pada Trafo

Penerapan Induksi Magnetik pada Trafo

Skola
Rangkaian Resistor pada Arus AC

Rangkaian Resistor pada Arus AC

Skola
Pluralisme: Definisi dan Dampaknya

Pluralisme: Definisi dan Dampaknya

Skola
Sejarah Terciptanya Permainan Sepak Bola

Sejarah Terciptanya Permainan Sepak Bola

Skola
Pengertian Ekspor dan Impor

Pengertian Ekspor dan Impor

Skola
Hutan Tropis sebagai Paru-Paru Dunia

Hutan Tropis sebagai Paru-Paru Dunia

Skola
Rangkaian Seri RLC pada Arus Bolak-balik

Rangkaian Seri RLC pada Arus Bolak-balik

Skola
Dominasi: Dampak Interaksi Antar-kelompok Sosial

Dominasi: Dampak Interaksi Antar-kelompok Sosial

Skola
Perlawanan Bali Terhadap Belanda

Perlawanan Bali Terhadap Belanda

Skola
komentar
Close Ads X