Kompas.com - 05/02/2020, 13:30 WIB
Ilustrasi berjudul Embarkasi dan Keberangkatan Columbus dari Pelabuhan Palos, dilukis pada penjelajahan samudra pertama Columbus pada 3 Agustus 1492. Ricardo BalacaIlustrasi berjudul Embarkasi dan Keberangkatan Columbus dari Pelabuhan Palos, dilukis pada penjelajahan samudra pertama Columbus pada 3 Agustus 1492.

KOMPAS.com - Penjajahan yang dilakukan bangsa Eropa di berbagai belahan dunia dimulai dari penjelajahan samudra.

Era penjelajahan samudra atau the age of discovery berlangsung dari abad 15 hingga pertengahan abad 18.

Penjelajahan samudra memungkinkan bangsa Eropa berlayar ke benua lain. Pelayaran itu disusul dengan perdagangan hingga penjajahan.

Diambil dari Encyclopaedia Britannica (2015) pelayaranlah yang membuat Eropa menjadi peradaban paling maju di dunia. Berikut beberapa faktor yang melatarbelakangi penjelajahan samudra:

Baca juga: Tujuan Bangsa Eropa Datang ke Indonesia

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Bangsa Eropa tadinya percaya bumi adalah pusat semesta. Namun ilmuwan Nicolaus Copernicus mempopulerkan heliosentris, teori yang menyatakan bumi mengelilingi matahari, dan bukan sebaliknya.

Tadinya, manusia percaya bumi berbentuk datar dan ada ujungnya. Namun dengan teori ini, bumi berarti bulat dan bisa dijelajahi tanpa henti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teori-teori astronomi kala itu mendorong banyak orang membuktikannya.

Selain itu, bangsa-bangsa di Eropa bisa membuat kapal besar yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra.

Mesiu juga sudah ditemukan. Mesiu kemudian digunakan sebagai peluru bagi meriam, senjata yang digunakan di kapal untuk melindungi dari ancaman bajak laut.

Penemuan kompas juga membantu para penjelajah. Mereka tak perlu lagi melihat ke langit untuk menentukan arah.

Baca juga: Kedatangan Portugis ke Indonesia

Cara itu tak bisa diandalkan jika langit tertutup awan mendung. Namun dengan kompas, mereka punya penunjuk arah yang lebih sederhana.

Lukisan kejatuhan Konstatinopel pada 1453. Dilukis oleh Theophilos Hatzimihail.Theophilos Hatzimihail Lukisan kejatuhan Konstatinopel pada 1453. Dilukis oleh Theophilos Hatzimihail.
Jatuhnya Konstatinopel

MC Ricklefs dalam bukunya A History of Modern Indonesia since c. 1200 (2008) menjelaskan, di abad ke-15, bangsa Eropa bukanlah bangsa yang paling maju di dunia.

Pada 1453, Kekaisaran Turki Ottoman menaklukkan Konstatinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi.

Akibatnya, para pedagang Islam di Venesia menguasai perdagangan. Mereka mengendalikan impor rempah-rempah dari Asia ke Eropa.

Rempah-rempah penting untuk mengawetkan daging. Di musim dingin, bangsa Eropa terpaksa menyembelih ternaknya yang tak sanggup hidup di tengah kedinginan.

Dagingnya harus diawetkan. Sebelum ada kulkas, manusia mengawetkan daging dengan garam dan rempah-rempah.

Baca juga: Rempah-rempah Khas di Indonesia

Berbekal pengetahuan geografi dan astronomi, bangsa Eropa pun berusaha mengarungi samudra untuk mencari negeri baru.

Gold, gospel, glory

Tujuan bangsa Eropa menjelajah terangkum dalam istilah "gold, glory, gospel" atau gold, god, glory.

  • Gold: Tujuan ekonomi dengan mencari keuntungan dan hasil besar dalam perdagangan. Komoditas yang diperdagangkan di antaranya rempah-rempah Nusantara, budak Afrika, dan sumber daya alam lainnya.
  • Glory: Tujuan penjelajahan dengan mencari koloni sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama, kejayaan, dan kekuasaan.
  • Gospel: Tujuan agama dengan menyebarkan ajaran Nasrani. Saat itu, ajaran Nasrani dipertentangkan dengan Islam dan peradabannya. Penganut agama Kristen memandang agama lain sesat.

Baca juga: Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Kedatangan Portugis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keuntungan Adanya Perdagangan Antarnegara

Keuntungan Adanya Perdagangan Antarnegara

Skola
Apa yang Dilakukan dalam Membuat Produk dan Iklan Menarik untuk Diekspor?

Apa yang Dilakukan dalam Membuat Produk dan Iklan Menarik untuk Diekspor?

Skola
Pengertian Motif Dekoratif dan Jenisnya

Pengertian Motif Dekoratif dan Jenisnya

Skola
Pengertian Verba Material, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Pengertian Verba Material, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Skola
Perbedaan Cerita Anekdot dan Humor

Perbedaan Cerita Anekdot dan Humor

Skola
Pengertian Sifat Termometrik dan Contoh

Pengertian Sifat Termometrik dan Contoh

Skola
Sikap dan Tindakan untuk Menciptakan Kedamaian Dunia

Sikap dan Tindakan untuk Menciptakan Kedamaian Dunia

Skola
Dampak jika Tidak Ada Perang di Dunia

Dampak jika Tidak Ada Perang di Dunia

Skola
Contoh Teks Ceramah Singkat

Contoh Teks Ceramah Singkat

Skola
Soal-Soal Akar Pangkat Tiga

Soal-Soal Akar Pangkat Tiga

Skola
Makna Kata Menginspirasi dan Contoh kalimatnya

Makna Kata Menginspirasi dan Contoh kalimatnya

Skola
Manfaat Perdagangan antara Indonesia dengan Negara-Negara Lain

Manfaat Perdagangan antara Indonesia dengan Negara-Negara Lain

Skola
Mengapa Diperlukan Tentara?

Mengapa Diperlukan Tentara?

Skola
Formulasi Bahasa Proposal

Formulasi Bahasa Proposal

Skola
Contoh Konsep Perubahan dan Keberlanjutan Bernegara

Contoh Konsep Perubahan dan Keberlanjutan Bernegara

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.