Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Kedatangan Portugis

Kompas.com - 05/02/2020, 11:00 WIB
Gambar Malaka setelah ditaklukkan Portugis pada 1511. Pemandangan digambar oleh sejarawan Gaspar Correia dalam karyanya Lendas da Índia yang ditulis di abad ke-16. Gaspar CorreiaGambar Malaka setelah ditaklukkan Portugis pada 1511. Pemandangan digambar oleh sejarawan Gaspar Correia dalam karyanya Lendas da Índia yang ditulis di abad ke-16.

Pada 1512, kapal Portugus tiba di Hitu, Ambon sebelah utara. Penguasa setempat menyambut ramah karena terkesan akan keterampilan perang yang ditunjukkan Portugis.

Di kepulauan Maluku, Portugis disambut baik karena membawa bahan panganan dan membeli rempah-rempah yang dijual di sana.

Pada 1522, Portugis bersekutu dengan Ternate yang sedang bersaing dengan Tidore.

Namun hubungan baik Ternate dengan Portugis tak bertahan lama. Portugis membangun benteng di sana dan memonopoli perdagangan.

Baca juga: Ternate dan Tidore, Pusat Rempah Dunia

Hubungan Portugis dengan penguasa yang beragama Islam menjadi tegang karena Portugis berusaha membuat rakyat berpindah keyakinan ke Katolik.

Orang-orang Portugis juga tidak sopan dan tidak menyenangkan penduduk setempat.

Penguasa Portugis juga terlalu campur tangan dengan urusan kerajaan-kerajaan.

Kemudian pada 1575, orang-orang Portugis diusir dari Ternate setelah terjadi pengepungan yang berlangsung lima tahun.

Portugis pun pindah ke Tidore dan membangun sebuah benteng baru pada 1578.

Rakyat Ternate akhirnya bersatu dengan Tidore melawan Portugis pada 1565. Setelah Sultan Hairun dibunuh, putranya, Sultan Baabullah melanjutkan perlawanan.

Baca juga: Sejarah Rendang dan Hubungannya dengan Bangsa Portugis

Pada 1574, benteng Portugis direbut. Portugis bertahan di Indonesia timur hingga 1605.

Portugis diusir dari Maluku setelah kongsi dagang Belanda, VOC, tiba di Maluku. Portugis terpukul mundur ke Timor Lester.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Skola
Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Skola
Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Skola
Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Skola
Fungsi Kaca pada Termos

Fungsi Kaca pada Termos

Skola
2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Skola
Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Skola
Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Skola
Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Skola
Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Skola
Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Skola
3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

Skola
Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Skola
komentar
Close Ads X