Kompas.com - 03/02/2020, 12:00 WIB
Penyebab dan dampak inflasi shutterstock.comPenyebab dan dampak inflasi

KOMPAS.com - Inflasi merupakan keadaan ekonomi di mana harga-harga barang naik secara terus menerus selama kurun waktu tertentu.

Kenaikan harga barang digolongkan secara umum, di mana sebagian besar harga barang khususnya komoditas utama mengalami kenaikan harga. Sedangkan sebagian kecil komoditas yang mengalami penurunan harga.

Inflasi biasanya hanya terjadi pada momen-momen tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, maupun momen pesta demokrasi.

Kenaikan harga barang atau inflasi tentu disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab inflasi

Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, terdapat enam faktor penyebab inflasi, sebagai berikut:

  • Permintaan (demand pull inflation)

Inflasi terjadi karena permintaan atau daya tarik masyarakat cenderung kuat pada suatu barang.

Secara umum inflasi ini disebabkan karena adanya penawaran dan permintaan terhadap jasa atau barang di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BI: Hujan Pengaruhi Harga Komoditas Penyumbang Inflasi

Permintaan tersebut untuk jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat dengan jumlah yang besar.

Inflasi ini sering terjadi pada perekonomian negara dengan pertumbuhan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi di sebuah negara menyebabkan tingkat pemasukan masyarakat yang tinggi.

Kemampuan daya beli masyrakat yang berlebih tentu menyebabkan inflasi.

Di Indonesia, inflasi tersebut terjadi karena permintaan terhadap barang atau jasa relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediannya.

  • Peningkatan biaya produksi (cost push inflation)

Inflasi yang disebabkan karena adanya suatu dorongan kenaikan bayaran produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus.

Secara umum inflasi ini karena desakan bayaran faktor produksi yang terus naik. Kenaikan biaya faktor produksi biasanya diakibatkan dengan beberapa hal:

  1. Turunnya jumlah nilai tukar mata uang dalam negeri dengan mata uang asing atau depresiasi.
  2. Inflasi di luar negeri khususnya negara partner dagang menjadikan barang dan produk dari luar negeri juga semakin mahal.
  3. Ketidakstabilan antara jumlah tenaga kerja dan permintaan barang produksi membuat pemerintah menaikkan harga produksi.

Baca juga: Sri Mulyani Bantah Anggapan Inflasi Rendah Karena Daya Beli Lesu

Inflasi yang dibsebabkan oleh kenaikan biaya produksi biasanya terjadi di negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang berkembang.

Di negara tersebut, supply tenaga kerja terbatas namun permintaan akan suatu barang produksi yang tinggi.

Selain itu, inflasi karena guncangan penawaran juga bisa terjaddi karena adanya faktor lain seperti bencana alam dan lainnya.

Namun juga bisa terjadi karena pemerintah menaikkan harga suatu barang tertentu.

  • Bertambahnya uang yang beredar

Inflasi yang disebabkan bertambahnya dana yang beredar. Atau terdapat hubungan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga.

Bila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar, maka harga barang juga menjadi lebih mahal.

Jumlah uang yang beredar di tengah masyrakat dapat bertambah, bila suatu negara menggunakan sistem anggaran defisit.

Sehingga untuk menutupi kekurangan anggaran, negara mencetak uang baru dan menyebabkan harga naik.

Baca juga: Angka Inflasi Catat Rekor, Ini Kata BI

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.