Bagaimana Pola Makan Zaman Manusia Purba?

Kompas.com - 02/02/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi manusia purba membuat makanan shutterstock.comIlustrasi manusia purba membuat makanan

KOMPAS.com - Makanan tentu menjadi sebuah kebutuhan utama bagi manusia. Untuk makan kita tak perlu bingung mencari bahan-bahannya, bahkan sudah banyak makanan cepat saji di setiap kota.

Lalu bagaimana manusia purba, nenek moyang kita mendapatkan makanannya? Berikut faktanya:

Makanan dan cara mendapatkan makanan

Pada awalnya manusia tidak begitu mempermasalahkan rasa dari makanan. Mereka cukup mengunyah mentah-mentah daging maupun tumbuhan yang didapat.

Dalam buku The Origin of Humankind (2003) karya Richard Leakey, manusia Australopithecus menjadi awal peradaban manusia yang hidup berdampingan dengan kera.

Mereka memakan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini terlihat dari struktur gigi, di mana bentuk gigi graham tidak mirip kera yang tidak rapi. Gigi mereka cocok untuk mengunyah tanaman.

Menjelang 2,5 juta tahun yang lalu, muncul spesies manusia lainnya dengan otak yang lebih besar dan struktur gigi yang berubah.

Baca juga: Manusia Purba di Indonesia: Jenis dan Ciri-cirinya

Dilihat dari struktur gigi yang berubah muncul kombinasi tumbuhan dan daging yang dikonsumsi. Selain itu juga ditemukan beberapa alat dari batu yang mulai berubah.

Dituliskan Richard, memasuki masa paleotik, manusia mulai menggunakan alat batu dan menggantungkan hidupnya dengan hewan buruan.

Manusia suka makan daging

Penari menampilkan drama tari tentang kehidupan manusia purba yang bermukim di kawasan Gunung Helan, Ningxia, China, Senin (7/5/2018). Drama tersebut merupakan salah satu hiburan yang ditampilkan ketika berwisata di Gunung Helan.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Penari menampilkan drama tari tentang kehidupan manusia purba yang bermukim di kawasan Gunung Helan, Ningxia, China, Senin (7/5/2018). Drama tersebut merupakan salah satu hiburan yang ditampilkan ketika berwisata di Gunung Helan.
Semakin berjalannya waktu, Homo neanderthalensis merupakan manusia yang lebih banyak makan daging hewan.

Hal ini karena wilayahnya jarang terdapat tumbuhan.

Hewan yang sering menjadi buruan mereka adalah rusa, banteng, kerbau gajah, kuda sungai, kambing, beruang, dan masih banyak lainnya.

Mereka juga mengonsumsi madu dan larva yang dihasilkan oleh hewan.

Homo erectus menjadi spesies manusia pertama yang menggunakan api.

Saat sudah menemukan api, mereka mulai menggunakannya untuk makan daging. Sehingga makan daging lebih mudah.

Baca juga: Rekonstruksi Berhasil, Wajah Manusia Purba Denisovans Terungkap

Perubahan pola dan cara makan kembali berubah di periode yang lebih modern disebut mesolitik.

Mereka mulai memelihara hewan, diawali dari anjing, kemudian sapi, kuda, keledai, kambing, babi, kucing, dan unggas.

Dengan kebiasaan ternak, mereka lebih dominan mengonsumsi daging. Bahkan spesies tersebut sudah mengenal susu.

Pada masa Neolitik, manusia semakin banyak mengonsumsi tumbuhan. Ini didukung pertanian yang mulai dilakukan. Mereka rajin makan gandum dan beras. Bahkan beberapa dari mereka sudah mulai membuat bubur, roti, nasi, bir, dan arak.

Cara memilih makanan

Manusia memiliki lima indra pada tubuh. Saat makan biasnaya kita menggunakan indra perasa dan indra penciuman.

Pada zama manusia purba, kedua indra tersebut sangat kuat. Sehingga bisa menentukan makanan atau minuman apa yang aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Bumiayu Sama dengan di Sangiran

Misalnya, jika ada buah-buahan dengan kadar gula tinggi seperti beri, mereka akan memakan dalam jumlah yang banyak.

Sebaliknya, jika ada makanan atau buah yang pahit mereka akan menghindarinya.

Manusia purba juga memiliki naluri yang sangat kuat. Sehingga bisa memilih makanan atau minuman yang aman dikonsumsi.

Mampu menyimpan makanan tanpa kulkas

Dilansir dari Kompas.com, kebiasaan menyimpan makanan ternyata sudah terjadi sejak 420 ribu tahun yang lalu. Hal ini ditemukan di sebuah gua di Israel.

Baca juga: Ahli Percaya, Cara Simpanse Belajar Menggali Tanah Mirip Manusia Purba

Dalam penelitian tersebut terungkap manusia purba menyimpan sumsum tulang sehingga mereka bisa memakan di lain waktu.

Selain itu juga ditemukan kebiasaan manusia purba yang menyimpan makanan di antara tumpukan es ketika musim dingin atau salju.

Diawali dengan mengisi lubang-lubang dengan salju dan menyimpan makanan mereka di dalamnya.

Berkembang secara modern, mereka membuat sebuah ruangan yang bagian bawahnya diisi dengan es. Kemudian di bagian atas mereka mulai menempatkan makanan yang ingin diawetkan.

(Sumber: Kompas.com/Monika Novena|Shierine Wangsa Wibawa)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara

UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara

Skola
Mengetahui Posisi Benua di Muka Bumi

Mengetahui Posisi Benua di Muka Bumi

Skola
Jaringan Tubuh pada Makhluk Hidup

Jaringan Tubuh pada Makhluk Hidup

Skola
Teori-teori Pembentukan Tata Surya

Teori-teori Pembentukan Tata Surya

Skola
Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong Dalam Berbagai Kehidupan

Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong Dalam Berbagai Kehidupan

Skola
5 Tokoh Pendiri ASEAN

5 Tokoh Pendiri ASEAN

Skola
Negara Pendiri PBB

Negara Pendiri PBB

Skola
Hasil Sidang Kedua BPUPKI

Hasil Sidang Kedua BPUPKI

Skola
Arti Penting Persatuan dan Kesatuan

Arti Penting Persatuan dan Kesatuan

Skola
Teori Kutub Pertumbuhan dan Wilayah Pembangunan di Indonesia

Teori Kutub Pertumbuhan dan Wilayah Pembangunan di Indonesia

Skola
Di mana Posisi Samudra di Permukaan Bumi?

Di mana Posisi Samudra di Permukaan Bumi?

Skola
Faktor Penyebab Masalah Keberagaman

Faktor Penyebab Masalah Keberagaman

Skola
Disintegrasi Bangsa: Hak Minoritas Terkait Multikulturalisme

Disintegrasi Bangsa: Hak Minoritas Terkait Multikulturalisme

Skola
Arti dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Arti dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Skola
Pergelaran Tari: Pengertian, Maksud dan Tujuan

Pergelaran Tari: Pengertian, Maksud dan Tujuan

Skola
komentar
Close Ads X