Awan: Pengertian, Jenis, dan Proses Terbentuknya

Kompas.com - 01/02/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi awas shutterstock.comIlustrasi awas

KOMPAS.com - Awan merupakan massa tetesan air atau kristal es yang menggantung di atmosfer. Awan terbentuk ketika air mengembun di langit.

Dilansir dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), air yang mengembun terjadi karena adanya kondensasi. Awan menjadi salah satu unsur yang penting dari cuaca dan iklim di Bumi.

Pengertian awan adalah sekumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena pengembunan atau pemadatan uap air yang terdapat di udara.

Terbentuknya awan

Udara selalu mengandung uap air. Uap air yang meluap akan menjadi titik-titik air dan terbentuklah awan. Berikut beberapa cara terbentuknya awan:

  • Udara yang panas akan mengandung banyak uap di udara. Udara panas tersebut akan naik tinggi hingga berada di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah. Uap tersebut mencair dan terbentuklah awan.
  • Jika awan sudah terbentuk, titik air dalam awan menjadi lebih besar dan awan akan semakin berat. Perlahan daya tarikan bumi menarik awan ke bawah, hingga sampai pada satu peringkat, titik-titik tersebut jatuh ke bawah dan jadilah hujan.
  • Jika titik-titik air bertemu dengan udara panas, maka titik air akan menguap dan awan tersebut akan hilang. Hal inilah yang membuat bentuk awan selalu berubah-ubah. Air dalam awan akan bergantian menguap dan mencair.

Baca juga: Angin: Faktor dan Jenisnya

Faktor terjadinya awan

Terdapat beberapa unsur yang mampu memengaruhi terbentuknya awan, sebagai berikut:

  • Angin

Angin yang tinggi, terjadi evaporasi yang besar sehingga mempercepat terbentuknya awan.

  • Tekanan udara

Dengan adanya pergerakan tekanan udara yang ditimbulkan maka memengaruhi pergerakan awan.

  • Kelembaban udara

Semakin tinggi kelembaban udara, awan akan terlihat semakin mendung.

  • Wujud awan

Wujud atau bentuk awan tergantung dari berbagai hal, yaitu:

1. Massa udara
2. Suhu awan
3. Gerak udara

Halaman:

Sumber NASA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Skola
Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Skola
Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Skola
Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Skola
Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Skola
Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Skola
Mengenal Ekosistem Laut

Mengenal Ekosistem Laut

Skola
Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Skola
Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Skola
Perbedaan Perpindahan Panas Secara Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Perbedaan Perpindahan Panas Secara Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Skola
Ciri-ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki

Ciri-ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki

Skola
Usaha Masyarakat Untuk Menjaga dan Memelihara Sumber Daya Alam

Usaha Masyarakat Untuk Menjaga dan Memelihara Sumber Daya Alam

Skola
8 Tahapan Pertumbuhan Manusia

8 Tahapan Pertumbuhan Manusia

Skola
komentar
Close Ads X