Bank: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Kompas.com - 29/01/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

KOMPAS.com - Istilah bank bukan merupakan kata yang asing. Bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Misalnya pembayaran, penagihan atau tempat menyimpan.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, definisi bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.

Selain itu juga menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan.

Dalam buku Bank dan Lembaga Keuangan (2010) karya Irsyad Lubis, bank secara harfiah berasal dari bahasa Italy, yakni banco artinya bangku.

Pada zaman dahulu, bangku digunakan oleh para banker untuk melakukan kegiatan operasional melayani masyarakat atau nasabah. Istilah tersebut berkembang hingga menjadi bank.

Fungsi bank

Fungsi perbankan terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Fungsi bank secara umum

Bank menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali pada masyarakat untuk berbagai tujuan atau dikenal sebagai Financial Intermediary.

Baca juga: Bank Syariah Mandiri Berencana Melantai di Bursa Tahun Ini

  • Fungsi bank secara khusus

Di sini fungsi bank terbagi menjadi tiga, yakni:

  • Agent of trust

Bank membawa kepercayaan, dinilai sebagai lembaga yang mengandalkan kepercayaan sebagai kunci dan dasar utama kegiatan perbankan.

Kepercayaan tersebut terkait segala operasional yang menyangkut kepentingan nasabah.

Masyarakat menitipkan dana pada bank berarti sudah memiliki kepercayaan terhadap lembaga keuangan tersebut.

Kepercayaan tersebut dengan tujuan, masyarakat selaku nasabah bisa mengambil uang sewaktu-waktu tanpa masalah, tanpa adanya ketakutan bank akan bangkrut, dan sebagainya.

Kepercayaan tersebut juga dilakukan oleh perbankan kepada nasabah dalam hal peminjaman. Pihak bank akan melakukan penilaian terhadap kemampuan pengembalian pinjaman yang diambil oleh nasabah.

  • Agent of development

Hal ini karena bank mampu memberikan kegiatan yang mengajak masyarakat untuk melakukan investasi, distribusi, konsumsi, atau jasa yang menggunakan uang sebagai medianya.

Baca juga: Gara-gara Fintech, Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Melambat

Semua kegiatan perbankan akan memengaruhi pembangunan perekonomian masyarakat.

Sektor riil dan moneter adalah dua sektor yang saling memengaruhi. Jika salah satu kurang baik, maka salah satunya juga tidak akan baik

  • Agent of service

Bank menawarkan berbagai jasa keuangan, seperti jasa penyimpanan dana, pemberian pinjaman, dan lainnya.

Di sini bank merupakan penghimpun dana masyarakat yang ditujukan untuk masyarakat, sehingga jasa yang ditawarkan harus berkaitan dengan kegiatan perekonomian masyarakat.

Jenis-jenis bank

Jenis bank dibagi menjadi lima sesuai dengan klasifikasinya, yaitu:

  • Jenis bank dari fungsi

Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis bank dilihat dari fungsinya terbagi menjadi tiga, yaitu:

Badan keuangan milik negara yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga keuangan. Serta menjamin kegiatan tersebut akan menciptakan kegiatan ekonomi yang stabil.

  • Bank umum

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha perbankan secara konvensional dan atau berdasarkan pada prinsip syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sifat umum pada bank umum adalah memberikan seluruh jasa perbankan yang ada dan beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

  • Bank perkreditan rakyat (BPR)

Bank yang melaksanakan kegiatan perbankan secara konvensional maupun prinsip syariah di mana dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Baca juga: Selain ASEAN, Bank Mandiri Kaji Rencana Ekspansi ke Korea

Kegiatan BPR lebih sempit dibandingkan bank umum. BPR hanya menghimpun dan dan penyaluran dana saja.

Bahkan dalam menghimpun dana, BPR tidak boleh menerima simpanan giro.

  • Jenis bank dari kepemilikan

Dalam kepemilikan, bank terbagi menjadi empat yakni:

  1. Bank milik negara atau pemerintah
  2. Bank milik swasta nasional
  3. Bank milik asing
  4. Bank campuran
  • Jenis bank dari status

Status yang dimaksud adalah kemampuan bank dalam melayani masyarakat dari segi jumlah produk, modal, hingga kualitas pelayanan

Klasifikasi tersebut terbagi menjadi dua, yakni:

  1. Bank devisa, bank yang dapat melakukan transaksi hingga keluar negeri atau kegiatan perekonomian dengan mata uang asing.
  2. Bank non devisa, bank yang tidak memiliki layanan transaksi hingga lintas negara yang luas. Biasanya hanya bisa dilakukan dengan negara-negara tertentu.
  • Jenis bank dari penentuan harga

Berdasarkan penentuan harga, bank terbagi menjadi dua yakni:

Menerapkan sistemharga sesuai suku bunga atau yang biasa dikenal sebagai spread base, serta metode fee base yang artinya menghitung biaya yang dibutuhkan.

Menerapkan sistem perjanjian sesuai hukum Islam dengan pihak terkait dalam penyimpanan dana dan berbagai kegiatan perbankan lainnya.

Sistem prinsip syariah di antaranya:

  1. Pembiayaan menggunakan prinsip bagi hasil
  2. Pembiayaan dengan prinsip penyertaan modal
  3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan
  4. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni
  5. Menerapkan prinsip dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas baran yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Skola
Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Skola
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Skola
Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Skola
Pengertian Suhu dan Faktornya

Pengertian Suhu dan Faktornya

Skola
Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Skola
Cara Menghitung Volume Kubus

Cara Menghitung Volume Kubus

Skola
Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Skola
Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Skola
Cara Menghitung Luas Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium

Skola
Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Skola
komentar
Close Ads X