Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasar Tradisional: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Kompas.com - 28/01/2020, 06:00 WIB
Serafica Gischa

Penulis

KOMPAS.com - Pasar Tradisional merupakan pasar di mana kegiatan penjual dan pembelinya dilakukan secara langsung dalam bentuk eceran dalam waktu sementara atau tetap dengan tingkat pelayanan terbatas.

Dalam buku Indonesian Culture (2009) karya Rahmad Widiyanto, pasar tradisional merupakan pasar yang berkembang di masyarakat dengan pedagang asli pribumi.

Pasar tradisional biasanya muncul dari kebutuhan masyarakat umum yang membutuhkan tempat untuk menjual barang yang dihasilkan.

Sedangkan konsumen yang membutuhkan barang tertentu untuk kebutuhan hidup sehari-hari bisa mendapatkannya di situ.

Fungsi pasar tradisional

Pasar tersebut memiliki beberapa fungsi bagi perekonomian daerah, yaitu:

  • Pasar sebagai sumber retribusi daerah
  • Pasar sebagai tempat pertukaran barang
  • Pasar sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat
  • Pasar sebagai pusat perputaran uang daerah
  • pasar sebagai lapangan pekerjaan

Ciri-ciri pasar tradisional

Pasar tradisional memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya:

  • Adanya sistem tawar-menawar antara penjual dan pembeli.
  • Pasar tradisional dimiliki, dibangun, dan dikelola oleh pemerintah daerah.
  • Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama.
  • Sebagian besar barang dan jasa ditawarkan adalah produksi lokal.

Baca juga: Bisakah Anies Larang Kantong Plastik Pedagang di Pasar Tradisional?

Keunggulan dengan adanya pasar tradisional adalah:

  1. Dalam aktivitas ekonomi, penjual dan pembeli bisa melakukannya transaksi langsung tanpa perantara.
  2. Adanya proses interaksi sosial yang berpengaruh pada keputusan dan kepuasan antara penjual dan pembeli.
  3. Dari segi lokasi, pasar tradisional letaknya selalu berdekatan dengan permukiman penduduk.

Jenis pasar tradisional

Pasar sebagai perusahaan daerah digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Menurut jenis kegiatannya

Di sini pasar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Pasar eceran, di mana permintaan dan penawaran barang secara eceran atau satuan.
  2. Pasar grosir, di mana terdapat permintaan dan penawaran dalam jumlah besar.
  3. Pasar induk, pasar yang lebih besar dari pasar grosir dan menjadi pusat pengumpulan dan penyimpanan bahan pangan.
  • Kegiatan pelayanan yang terpusat dan tersebar

Terbagi menjadi dua pasar, yaitu:

  • Fasilitas perdagangan yang terpusat

Artinya pasar ini memiliki hierarki paling tinggi dari fasilitas perdagangan dan memiliki tata letak di pusat kota.

Baca juga: Catatan Ikappi, 201 Pasar Tradisional Terbakar Sepanjang 2019, Belasan Orang Tewas

Aktivitas perdagangan ini terdiri dari perdagangan eceran dan perdagangan besar.

  • Fasilitas yang tersebar

Berfungsi sebagai pelayanan lingkungan di dalam kota. Di mana terdapat pusat-pusat area pelayanan dan menjadi satu dengan fasilitas sosial lainnya.

Tingkat pelayanan ini terbagi menjadi beberapa tingkatan yaitu pasar regional, kota, wilayah, lingkungan, dan pasar blok atau kecamatan.

  • Menurut waktu kegiatannya

Dalam pasar ini terbagi menjadi empat golongan, yaitu:

  1. Pasar siang, beroperasi pukul 04.00-16.00 WIB
  2. Pasar malam, beroperasi pukul 16.00-04.00 WIB
  3. Pasar siang dan malam atau 24 jam
  4. Pasar darurat, menggunakan jalan umum pada momen tertentu. Seperti pasar murah Ramadan.
  • Menurut status kepemilikan

Pasar digolongkan menjadi tiga jenis, yakni:

  1. Pasar pemerintah, dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah pusat maupun daerah.
  2. Pasar swasta, dimiliki dan dikuasai oleh badan hukum yang diijinkan oleh pemerintah daerah.
  3. Pasar liar, aktivitasnya di luar pemerintah daerah dan disebabkan karena kurangnya fasilitas pasar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com