Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

Kompas.com - 25/01/2020, 08:00 WIB
Atraksi barongsai yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018) KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DAtraksi barongsai yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018)

Barongsai menjadi populer dengan munculnya agama Buddha di Dinasti Utara dan Selatan (420-589 M). Pada Dinasti Tang (618-907), tarian singa menjadi salah satu tarian istana.

Setelah itu Barongsai menjadi pertunjukan populer di antara orang-orang untuk berdoa untuk keberuntungan selama Festival Musim Semi atau perayaan lainnya.

Baca juga: Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Legenda Barongsai

Menurut legenda Tiongkok, suatu hari makhluk aneh muncul dan memangsa manusia dan binatang buas. Nama makhluk buas itu adalah Nien (Nian) yang terdengar seperti kata Cina yang berarti tahun.

Makhluk itu sangat cepat dan ganas sehingga bahkan harimau tidak bisa membunuhnya. Dalam keputusasaan, orang-orang menuju singa untuk meminta bantuan. Singa bergegas menemukan musuh yang mengerikan dan berhasil melukainya.

Namun Nien yang terluka berhasil melarikan diri. Saat Nien melarikan diri, ia berteriak, "Awas! Saya akan kembali dan membalas dendam."

Setahun kemudian, Nien kembali. Pada saat itu, singa begitu sibuk dengan pekerjaan barunya menjaga gerbang kaisar sehingga tidak bisa membantu. Penduduk desa buru-buru mengambil beberapa bambu dan kain dan membuat gambar singa.

Dua pria merangkak masuk ke dalam replika singa, berlari dan berjingkrak-jingkrak. Menghadapi makhluk yang luar biasa ini, Nien lari lagi.

Maka pada Tahun Baru Cina, Tarian Singa (Barongsai) dilakukan untuk mengirim ancaman untuk mengusir kejahatan selama setahun lagi.

Baca juga: Warna Merah, Identik pada Perayaan Imlek

Makna Tarian Barongsai

Tarian Singa tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan kekuatan dan seni yang terampil tetapi juga sebagai disiplin pikiran dan tubuh.

Secara eksternal, Tarian Singa adalah latihan tubuh penuh untuk meningkatkan kesehatan dan membutuhkan keterampilan dan ketangkasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Skola
Peninggalan Zaman Praaksara

Peninggalan Zaman Praaksara

Skola
Kehidupan Zaman Praaksara

Kehidupan Zaman Praaksara

Skola
Air Tanah: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya

Air Tanah: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya

Skola
Drama: Pengertian, Jenis dan Unsurnya

Drama: Pengertian, Jenis dan Unsurnya

Skola
Jenis dan Dampak Mobilitas Sosial

Jenis dan Dampak Mobilitas Sosial

Skola
Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan: Pengertian dan Macamnya

Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan: Pengertian dan Macamnya

Skola
Hakikat Negara

Hakikat Negara

Skola
Rawa: Pengertian, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Rawa: Pengertian, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Skola
Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuknya

Jenis-jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuknya

Skola
Pengertian dan Fungsi Danau

Pengertian dan Fungsi Danau

Skola
Kenapa Seminggu Ada Tujuh Hari?

Kenapa Seminggu Ada Tujuh Hari?

Skola
Apa itu Kleptomania?

Apa itu Kleptomania?

Skola
Mengapa Bangsawan disebut Darah Biru?

Mengapa Bangsawan disebut Darah Biru?

Skola
Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya?

Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya?

Skola
komentar
Close Ads X