Revolusi Bulan

Kompas.com - 22/01/2020, 19:00 WIB
Bulan bergerak di depan Matahari saat berlangsungnya gerhana matahari cincin, saat dilihat dari Jakarta, Kamis (26/12/2019). Menurut daftar yang dirilis BMKG, fenomena astronomi gerhana matahari cincin akan melewati 25 kota/kabupaten di Indonesia pada Kamis hari ini. AFP/BAY ISMOYOBulan bergerak di depan Matahari saat berlangsungnya gerhana matahari cincin, saat dilihat dari Jakarta, Kamis (26/12/2019). Menurut daftar yang dirilis BMKG, fenomena astronomi gerhana matahari cincin akan melewati 25 kota/kabupaten di Indonesia pada Kamis hari ini.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Bulan adalah setelit Bumi. Bulan akan revolusi atau beredar mengelilingi Planet Bumi pada garis edarnya.

Bulan merupakan benda langit yang paling terang setelah Matahari. Bulan akan tampak terang saat malam hari atau matahari tenggelam.

Orbit Bulan

Bulan berputar mengelilingi Bumi dalam orbit pada jarak rata-rata sekitar 384.000 kilometer atau 238.600 mil.

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), Bulan yang mengelilingi Bumi berbentuk elips. Memiliki jari-jari khatulistiwa adalah 1.738 kilometer atau 1.080 mil.

Baca juga: Venus, Planet Paling Terang di Tata Surya

Saat Bulan beredar mengelilingi Bumi akan tampak perubahan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari. Sehingga kamu akan melihat bentuk Bulan yang berubah-ubah.

Perubahan itu disebut sebagai perubahan fase. Perubahan fase tersebut membutuhkan waktu yang sedikit lama dari periode rotasinya, yakni 29,5 hari.

Dalam rentang waktu tersebut, Bulan juga akan terbit pada waktu yang berbeda setiap harinya.

Bulan akan mengelilingi Bumi dengan periode 27,3 hari. Uniknya, periode revolusi Bulan sama dengan periodik rotasinya.

Sehingga wajah Bulan yang terlihat dari Bumi akan selalu tetap dan kami tidak akan pernah melihat wajah Bulan yang membelangkangi Bumi.

Lintasan orbit Bulan tida berhimpit dengan orbit revolusi Bumi, tapi menyilang 5,2 derajat. Maka kamu akan melihat fase Bulan Purnama atau gerhana bulan secara bergantian.

Baca juga: Mengenal Anggota Tata Surya, dari yang Terbesar sampai yang Terkecil

Dilansir situs resmi Planetarium Jakarta, Matahari juga setiap waktu bergeser ke arah timur. Itu akan tampak seperti dikejar-kejar oleh Bulan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marshall Plan: Latar Belakang, Tujuan, dan Dampaknya

Marshall Plan: Latar Belakang, Tujuan, dan Dampaknya

Skola
Dampak Perang Dingin bagi Indonesia

Dampak Perang Dingin bagi Indonesia

Skola
Ciri-ciri Virus

Ciri-ciri Virus

Skola
Fungsi dan Struktur pada Ginjal

Fungsi dan Struktur pada Ginjal

Skola
Ciri dan Jenis Tumbuhan Monokotil

Ciri dan Jenis Tumbuhan Monokotil

Skola
Globalisasi: Perubahan Perilaku Masyarakat

Globalisasi: Perubahan Perilaku Masyarakat

Skola
Komponen dan Fungsi Abiotik

Komponen dan Fungsi Abiotik

Skola
Daftar Negara Maju dan Negara Berkembang di Dunia

Daftar Negara Maju dan Negara Berkembang di Dunia

Skola
Asal Nama Bulan-bulan Pada Kalender

Asal Nama Bulan-bulan Pada Kalender

Skola
Mengapa Kucing Takut Mentimun?

Mengapa Kucing Takut Mentimun?

Skola
Sejarah Pramuka Indonesia, Organisasi Kepanduan sejak Era Belanda

Sejarah Pramuka Indonesia, Organisasi Kepanduan sejak Era Belanda

Skola
Siapa Pelompat Terbaik Dunia?

Siapa Pelompat Terbaik Dunia?

Skola
Mete Itu Kacang atau Buah?

Mete Itu Kacang atau Buah?

Skola
Arti dan Ciri-ciri Negara Berkembang

Arti dan Ciri-ciri Negara Berkembang

Skola
Kenapa Ayam Jantan Berkokok di Pagi Hari?

Kenapa Ayam Jantan Berkokok di Pagi Hari?

Skola
komentar
Close Ads X