Pemberontakan PETA di Blitar

Kompas.com - 16/01/2020, 19:00 WIB

Sikap itu membalikkan hati para pemuda yang sebelumnya geram terhadap Jepang.

Kolonel Katagiri berhasil mengadakan persetujuan dengan mereka. Para pemuda PETA yang melancarkan serangan pun bersedia kembali ke daidan dan menyerahkan senjata.

Katagiri menjanjikan pemberontakan yang telah terjadi hanyalah masalah intern yang tak perlu dibawa ke pengadilan militer.

Semua akan diurus oleh Daidanco Surakhmad.

Baca juga: Sistem Pemerintahan Militer Jepang di Indonesia

Dijebak

Berdasarkan kesepakatan itu, maka pada suatu hari sekitar pukul 8 malam, Muradi dan pasukannya kembali ke daidan.

Di sana sudah berderet barisan perwiran di bawah pimpinan Daidanco Surakhmad.

Kepada Surakhmad, Muradi melaporkan mereka sudah kembali dan menyesal karena telah melawan Jepang.

Karena sudah malam, Muradi tak melihat bahwa pasukan Jepang sudah mengepung mereka. Senjata mereka pun dilucuti dan langsung ditahan.

Muradi dan anak buahnya diangkut ke markas kempetai Blitar.

Baca juga: Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia

Sementara Supriyadi yang masih bertahan, akhirnya berhasil ditangkap juga oleh Jepang. Mereka semua, sebanyak 68 orang, diadili di depan Mahkamah Militer Jepang di Jakarta.

Ada yang dihukum seumur hidup dan ada yang dihukum mati. Mereka yang dipidana mati yakni dr. Ismail, Muradi, Suparyono, Halir Mankudijoyo, Sunanto, dan Sudarmo.

Sementara Supriyadi sendiri tidak jelas nasibnya dan tidak disebut dalam persidangan. Tidak diketahui apakah ia tewas dalam pertempuran atau dihukum mati secara rahasia.

 

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna Perayaan Jumat Agung

Makna Perayaan Jumat Agung

Skola
Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Skola
Atletik: Sejarah dan Cabangnya

Atletik: Sejarah dan Cabangnya

Skola
Peran Proklamator

Peran Proklamator

Skola
Anatomi dan Fungsi Hati

Anatomi dan Fungsi Hati

Skola
Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Skola
Sumber Air Tanah

Sumber Air Tanah

Skola
Pengertian Akuifer dan Macamnya

Pengertian Akuifer dan Macamnya

Skola
Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Skola
Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Skola
Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Skola
Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Skola
Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Skola
Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Skola
Gangguan-gangguan pada Kulit

Gangguan-gangguan pada Kulit

Skola
komentar
Close Ads X