Pemberontakan PETA di Blitar

Kompas.com - 16/01/2020, 19:00 WIB
Daidan PETA di Blitar PETA: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa dan Sumatera 1942-1945 (1996).Daidan PETA di Blitar

Mereka melepaskan tembakan mortir, senapan mesin, dan granat, lalu keluar dengan senjata lengkap.

Setelah Jepang mengetahui adanya aksi itu, Jepang segera mendatangkan pasukannya. Pasukan Jepang juag dipersenjatai tank dan pesawat udara. Mereka mencoba menghalau tentara PETA yang melakukan perlawanan.

Kekuatan tentara Jepang sulit ditandingi. Jepang menguasai seluruh Kota Blitar.

Pimpinan tentara Jepang pun menyerukan agar tentara PETA menyerah dan kembali ke kesatuan masing-masing.

Baca juga: Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang

Beberapa kesatuan tunduk pada perintah Jepang. Akan tetapi mereka yang kembali justru ditangkap, ditahan, dan disiksa polisi Jepang.

Kurang lebih setengah pasukan Supriyadi kembali. Namun Supriyadi sendiri, Muradi, dan sisa pasukannya tetap setia melawan.

Mereka membuat pertahanan di lereng Gunung Kawi dan Distrik Pare.

Jepang berupaya menahan perlawanan Supriyadi dengan memblokir serta mengepung pertahanannya. Namun pasukan Supriyadi tetap bertahan.

Jepang pun sulit mematahkan tekad dan keuletan pasukan Supriyadi. Untuk itu, Jepang menggunakan tipu muslihat.

Baca juga: Perang Asia Timur Raya: Latar Belakang dan Posisi Jepang

Komandan pasukan Jepang, Kolonel Katagiri berpura-pura menyerah kepada pasukan Muradi. Kolonel Katagiri kemudian bertukar pikiran dengan anggota pasukan PETA dengan halus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pola Aliran Sungai

Pola Aliran Sungai

Skola
Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang

Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang

Skola
Cara Menulis Poster dan Slogan

Cara Menulis Poster dan Slogan

Skola
Jenis-jenis Gangguan Pencernaan

Jenis-jenis Gangguan Pencernaan

Skola
Peraturan Perundang-Undangan: Pengertian dan Fungsinya

Peraturan Perundang-Undangan: Pengertian dan Fungsinya

Skola
Mengenal Proses Pencernaan

Mengenal Proses Pencernaan

Skola
Angin: Pengertian, Faktor, dan Jenisnya

Angin: Pengertian, Faktor, dan Jenisnya

Skola
Mengenal Kelenjar Pencernaan

Mengenal Kelenjar Pencernaan

Skola
UUD 1945, Konstitusi Pertama Indonesia

UUD 1945, Konstitusi Pertama Indonesia

Skola
Angin Musim dan Jenisnya

Angin Musim dan Jenisnya

Skola
Angin Lokal dan Jenisnya

Angin Lokal dan Jenisnya

Skola
Seni Lukis: Pengertian, Teknik dan Alat

Seni Lukis: Pengertian, Teknik dan Alat

Skola
Cara Memakai dan Melepas Masker yang Benar

Cara Memakai dan Melepas Masker yang Benar

Skola
Jenis-jenis Hujan: Orografis, Konveksi, dan Frontal

Jenis-jenis Hujan: Orografis, Konveksi, dan Frontal

Skola
Perjuangan Indonesia Sesudah 1908

Perjuangan Indonesia Sesudah 1908

Skola
komentar
Close Ads X