BPJS Ketenagakerjaan: Sejarah Singkat, Jenis, Visi dan Misi

Kompas.com - 15/01/2020, 16:00 WIB
Logo BPJS Ketenagakerjaan http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ Logo BPJS Ketenagakerjaan

Program Jaminan Sosial bagi CPMI atau PMI terdiri dari:

  1. Program yang wajib diikuti yaitu JKK dan JKM.
  2. Program yang dianjurkan atau sukarela untuk diikuti yaitu JHT.

Baca juga: Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Pengelolaan Program BPJS Ketenagakerjaan

Jumlah Rumah Sakit kerja sama dan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan saat ini mencapai 7.981 dari total 128 Kanwil di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2018 BPJS Ketenagakerjaan, diketahui data sebagai berikut:

Kepesertaan

Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan per 2018 mencapai:

  • Tenaga kerja terdaftar sebanyak 50.569.655
  • Tenaga kerja aktif 30.460.072
  • Pemberi kerja aktif 560.730

Iuran

Total penerimaan iuran BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 sebesar Rp 65,099 triliun, meningkat dari 2017 yang mencapai Rp 56,412 triliun. Berikut ini rincian penerimaan iuran BPJS Ketenagakerjaan pada 2018:

  • iuran JKK sebanyak Rp 5,322 triliun
  • iuran JKM sebanyak Rp 2,495 triliun
  • iuran JHT sebanyak Rp 42,455 triliun
  • iuran Jaminan Pensiun Rp 14,826 triliun

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Raih Dua Penghargaan Tertinggi Certificate of Excellence di Forum Jaminan Sosial Sedunia

Manfaat

Sedangkan pembayaran manfaat atau jaminan pada 2018 mencapai total 2.165.178 kasus klaim dengan nominal Rp 27,604 triliun atau meningkat dibandingkan 2017 yang mencapai 2.039.965 kasus klaim dengan nominal Rp 21,366 triliun.

Dengan perincian masing-masing program jaminan sebagai berikut:

  • JKK sebanyak 173.415 kasus klaim dengan nominal Rp 1,226 triliun
  • JKM sebanyak 25.883 kasus klaim dengan nominal Rp 708,023 miliar
  • JHT sebanyak 1.910.978 kasus klaim dengan nominal Rp 25,446 triliun
  • Jaminan Pensiun sebanyak 54.902 kasus klaim dengan nominal Rp 223,179 miliar

Total Aset

Total Aset BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 mencapai Rp 14,924 triliun atau meningkat dibandingkan 2017 sebesar Rp 14,455 triliun. Adapun rincian aset tersebut mencakup:

  • Pendapatan Operasional Rp 4,608 triliun
  • Beban Operasional Rp 4,394 triliun
  • Dana Investasi Rp 10,993 triliun
  • Hasil investasi Rp 1,052 triliun
  • Ekuitas Rp 12,230 triliun

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X