Perbedaan Pertamax, Pertalite, dan Premium

Kompas.com - 13/01/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Di Indonesia terdapat bahan bakar minyak ( BBM) jenis Pertamax, Premiun, dan Pertalite.

Ketiga jenis BBM tersebut dikeluarkan oleh PT Pertaminan (persero). BBM jenis tersebut banyak diminati oleh masyarakat di seluruh Indonesia untuk berbagai kebutuhan.

PT Pertamina memasarkan BBM retail untuk sektor transportasi, rumah tangga, dan nelayan melalui Stasiun Pengisian BBM Untuk Umum) di seluruh Indonesia.

Berikut perbedaan antara Pertamax, Premium, dan Pertalite.

Pertamax

Pertamax adalah salah satu jenis BBM andalan PT Pertamina.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamax merupakan jenis BBM dengan angka oktan minimal 92 berstandar Internasional.

Baca juga: Pertamax Turbo Lagi Turun Harga, Pakai BBM Oktan Tinggi Apa Dampaknya?

Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1.

Bisa juga kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronik Fuel Injection (EFI).

Dengan ecosave technology, Pertamax mampu membersihkan bagian dalam mesin (detergency). Partamax juga dilengkapi dengan pelindung anti-karat pada dinding tangki kendaraan.

Selain itu saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin (corrotion inhibitor), serta mampu menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air. Sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna (demulsifier).

Karena memiliki okta lebih tinggi, maka Pertamax bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan gerakan piston.

Hasilnya, tenaga menggunakan Pertamax lebih maksimal. Berbeda pada mesin yang menggunakan BBM jenis lain Premium dan Pertalite.

Baca juga: Perbedaan Kapasitas Tangki BBM Mobil Hybrid dan Mesin Konvensional

Pertamax mulai diluncurkan di Indonesia pada 10 Desember 1999. Sekarang BBM jenis tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesi.

Bahkan sekarang Pertamax banyak diminati masyarakat dan bisa ditemukan dengam mudah di SPBU-SPBU. Banyak kendaraan yang memakai pertamax jika dibandingkan jenis BBM lainnya.

Pertalite

Pertalite merupakan bahan bakar gasoline yang memiliki angka oktan 90 serta berwarna hijau terang dan jernih.

BBM jenis tersebut sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1. Pertalite memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada premium 88.

Sehingga lebih tepat digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang beredaru di Indonesia.

Dengan tambahan additive, Pertalite mampu menempuh jarak lebih jauh, Namun, harus tetap memastikan kualitas dan harga yang terjangkau.

Baca juga: Awasi Penyaluran BBM, Menteri ESDM Gandeng Polri dan Kemendagri

Pertalite diluncurkan PT Pertamina belum lama ini, yakni pada 24 Juli 2015. Sejak dikeluarkan Pertalite memberikan pilihan lebih banyak kepada para konsumen.

Pertalite tidak hanya menjanjikan kualitas tapi juga harga yang lebih terjangkau konsumen.

Dikutip situs resmi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS), perkembangan otomotif semakin pesat telah berdampak pada kebutuhan konsumsi BBM yang semakin bervariasi.

Berdasarkan pengamatan konsumsi BBM telah terjadi peningkatan kebutuhan konsumen terhadap BBM berkualitas yang memiliki oktan tinggi diatas RON 88.

Akhirnya diluncurkan produk baru BBM jenis Pertalite. Pertalite sudah mengikuti proses uji laboratorium, ijin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) dan berbagai asosiasi.

Premium

Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88. Premiun diproduksi sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Spesifik Bahan Bakar Minyak jenis bensin 88.

Baca juga: Jenis-jenis BBM

BBM tersebut dapat digunakan pada kendaraan bermotor dengan resiko kompresi rendah dibawah 9:1.

Warna premium itu berwarna kekuningan yang jernih. Premium jenis BBM yang paling populer bagi masyarakat Indonesia karena harganya relatif murah jika dibandingkan pertamax dan pertalite.

Pada umumnya premiun digunakan untuk kendaraan bermesin bensin. Penggunaan premium pada mesin berkompres tinggi akan berdampak mesin mengalami knocking atau ngelitik.

Knocking adalah yang biasa mengacu pada suara mesin kasar terus terusan.  

Karena di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Tidak berkepanjangan akan terjadi kerusakan piston.

Saat ini Premium sudah mulai langka atau sulit untuk mendapatkannya. Bahkan di tiap-tiap SPBU diberbagai daerah sudah tidak melayani BBM jenis premium.

Karena sekarang masyarakat banyak yang beralih ke Pertamax dan Pertalite. Apalagi juga menyesuaikan jenis kendaraan yang dimiliki.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X