Kebijakan Luar Negeri Iran: Dukung Ekstremis dan Diembargo Dunia

Kompas.com - 11/01/2020, 16:30 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

KOMPAS.com - Sejak menjadi negara republik pada 1979, Iran selalu bermasalah dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), Iran yang tadinya sangat berorientasi ke barat, mendadak berubah menjadi negara Islam Syiah.

Perubahan yang dikenal dengan Revolusi Iran itu memaksa masyarakat hidup dan beraktivitas mengikuti syariat Islam.

Perang dengan Irak

Sebagai satu-satunya negara Syiah di dunia, Iran hampir selalu berkonflik dengan tetangganya, Irak.

Baca juga: Sistem Pemerintahan Iran

Perang Iran-Irak berlangsung cukup lama. Mulai dari 22 September 1980 hingga 20 Agustus 1988. Perang bermula ketika Irak menginvasi Iran.

Irak khawatir Revolusi Iran akan memicu golongan Syiah di Irak untuk melakukan hal serupa. Perang juga dilatarbelakangi sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama.

Iran tak hanya digempur oleh pasukan Irak, namun juga sekutu-sekutu Irak. Sekutu Irak yakni Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet, Perancis, dan sebagian besar negara-negara Arab.

Perang berkepanjangan ini menguras kekayaan Iran. Setelah perang berhenti, Iran berusaha memperbaiki hubungannya dengan negara-negara Barat demi perbaikan ekonomi.

Kendati demikian, Iran memilih tak bergabung bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melawan invasi Irak ke Kuwait.

Baca juga: Iran, Negara Kaya Sumber Daya yang Kerap Berkonflik

Dukungan bagi kelompok ekstremis

Pada musim gugur 1991, Iran juga mengurangi campur tangannya di Lebanon. Iran kala itu diduga mendukung ekstremis syiah Lebanon yang menculik warga-warga negara Barat. Iran kemudian membantu membebaskan para tawanan.

Soal konflik Israel dan Palestina, Iran menolak ikut jalur damai. Iran mendukung kelompok-kelompok Islam di Lebanon dan di wilayah-wilayah yang dikendalikan oleh Pemerintah Palestina yang baru berdiri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Skola
Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Skola
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Skola
Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Skola
Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Skola
Gangguan pada Sistem Imun

Gangguan pada Sistem Imun

Skola
The Sick Man of Europe, Kemunduran Turki Usmani

The Sick Man of Europe, Kemunduran Turki Usmani

Skola
Faktor dan Pengaruh Interaksi Desa dan Kota

Faktor dan Pengaruh Interaksi Desa dan Kota

Skola
Mutasi: Arti, Macam dan Jenisnya

Mutasi: Arti, Macam dan Jenisnya

Skola
Peran Indonesia dalam OKI

Peran Indonesia dalam OKI

Skola
Perbedaan Surat Pribadi dan Surat Dinas

Perbedaan Surat Pribadi dan Surat Dinas

Skola
Konferensi Asia-Afrika 1955: Sejarah, Peserta, dan Hasilnya

Konferensi Asia-Afrika 1955: Sejarah, Peserta, dan Hasilnya

Skola
8 Etika Profesi Akuntansi

8 Etika Profesi Akuntansi

Skola
Benarkah Gurun Sahara Pernah Subur?

Benarkah Gurun Sahara Pernah Subur?

Skola
Buaya, Reptil Besar Pemakan Daging

Buaya, Reptil Besar Pemakan Daging

Skola
komentar
Close Ads X