Program Nuklir Iran dan Sanksi Embargo Minyak

Kompas.com - 11/01/2020, 11:00 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. AFP PHOTO / HANDOUTFoto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

KOMPAS.com - Konflik Iran dengan Amerika Serikat yang digadang-gadang sebagai Perang Dunia Ketiga, dilatarbelakangi salah satunya oleh isu nuklir.

Mayoritas negara di dunia telah sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sejak 1968 lewat Nuclear Non-proliferation Treaty (Perjanjian Non-proliferasi Nuklir)

Perjanjian itu mengatur nuklir boleh dikembangkan, asal untuk kepentingan positif seperti pembangkit listrik.

Namun Iran diduga telah melanggar kesepakatan ini dengan mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan militer.

Baca juga: Ihwal Nuklir Iran, Cuma Diplomasi Solusinya

Langkah itu membuat Iran disanksi dan dikucilkan oleh negara-negara lain, salah satunya Amerika Serikat. Sebagai negara adidaya, embargo Amerika Serikat terhadap minyak Iran sampai melemahkan ekonomi Iran.

Mengapa Amerika Serikat begitu keras terhadap Iran? Berikut sejarah program nuklir Iran seperti dikutip dari Encyclopaedia Britannica...

Senjata pemusnah massal

Di antara isu-isu kebijakan luar negeri Iran yang kontroversial, kemampuan nuklirnya mungkin salah satu yang paling disoroti.

Program nuklir Iran menjadi perhatian dunia pada 2002 ketika sekelompok kritikus Iran mengungkapkan bahwa pemerintahnya tengah membangun fasilitas pengolah uranium dan reaktor air berat.

Baca juga: Langgar Aturan Pengayaan Uranium, Iran Bakal Hadapi Sanksi Tambahan dari AS

Uranium adalah bahan utama dalam nuklir. Sementara air berat, digunakan dalam reaktor nuklir sebagai zat pendingin dan pelambat neutron.

Iran bersikukuh program nuklirnya ditujukan untuk perdamaian dunia. Namun negara-negara lain mencurigai Iran sebenarnya sedang mengembangkan senjata nuklir.

Pasalnya, sejak berdiri sebagai negara republik, Iran selalu terlibat perang dengan tetangganya, Irak.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelanggaran HAM: Pengertian dan Jenis

Pelanggaran HAM: Pengertian dan Jenis

Skola
Ciri-ciri dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Ciri-ciri dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Skola
Peran Lembaga Peradilan dalam Penegakan Hukum dan HAM

Peran Lembaga Peradilan dalam Penegakan Hukum dan HAM

Skola
Sistem Hukum di Indonesia Sesuai UUD 1945

Sistem Hukum di Indonesia Sesuai UUD 1945

Skola
Tokoh Perjanjian Linggarjati

Tokoh Perjanjian Linggarjati

Skola
Ciri dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Ciri dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Skola
Peran Indonesia Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia

Peran Indonesia Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia

Skola
Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Skola
Karbohidrat: Penggolongan dan Sifatnya

Karbohidrat: Penggolongan dan Sifatnya

Skola
Pengertian Pembangunan Berkelanjutan

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan

Skola
Politik Demokrasi Terpimpin: Peta Kekuatan Politik Nasional

Politik Demokrasi Terpimpin: Peta Kekuatan Politik Nasional

Skola
Fungsi Lidah

Fungsi Lidah

Skola
Sifat Negara

Sifat Negara

Skola
Tujuan Manajemen

Tujuan Manajemen

Skola
Unsur-unsur Negara

Unsur-unsur Negara

Skola
komentar
Close Ads X