Perjanjian Senjata Nuklir: Isi, Pelanggaran, dan Posisi Indonesia

Kompas.com - 09/01/2020, 17:30 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Michael Stewart (ketiga dari kanan) menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, London 1968. AP/IAEAMenteri Luar Negeri Inggris Michael Stewart (ketiga dari kanan) menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, London 1968.

KOMPAS.com - Perjanjian Nuklir atau Nuclear Non-proliferation Treaty (Perjanjian Non-proliferasi Nuklir) adalah perjanjian antarnegara pemilik senjata nuklir untuk tidak membantu negara lain memproduksinya.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica (2015), Perjanjian Nuklir ditandatangani pada 1 Juli 1968 oleh 62 negara.

Tiga negara besar yang menandatangani kala itu adalah Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Perjanjian ini baru efektif dilaksanakan sejak Maret 1970.

Tiga pilar utama dalam Perjanjian Nuklir sebagai berikut:

  1. Perlucutan senjata nuklir
  2. Non-proliferasi (tidak mengembangkan) senjata nuklir
  3. Penggunaan bahan nuklir untuk tujuan damai.

Baca juga: Presiden Ingin Timteng Bebas Nuklir

Perjanjian Nuklir berlaku selama 25 tahun untuk kemudian diperbarui. Pada 1995, sebanyak 174 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan Perjanjian Nuklir berlangsung selamanya dan tanpa pengecualian.

Negara-negara lain yang menemukan teknologi nuklir, meratifikasi atau mengikuti perjanjian ini.

Pada 2007, hanya tiga negara yang menolak menandatangani perjanjian ini. Tiga negara yang menolak Perjanjian Nuklir adalah India, Israel, dan Pakistan.

Korea Utara sempat ikut tanda tangan, namun menarik kembali persetujuannya.

Baca juga: Korea Utara Tak Berniat Melanjutkan Perundingan Nuklir dengan AS, Kecuali..

Dikritik tidak adil

Perjanjian Nuklir kerap dikritik tidak adil. Ini karena negara yang belum punya senjata nuklir dilarang mengembangkannya.

Sedangkan negara yang sudah punya, dipersilakan menyimpan senjatanya. Kendati demikian, negara-negara yang belum punya senjata nuklir menerimanya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Skola
Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Ruang

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Ruang

Skola
Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis

Skola
Teori Pasang Surut Gas

Teori Pasang Surut Gas

Skola
Macam-Macam Tangga Nada dan Contoh Lagunya

Macam-Macam Tangga Nada dan Contoh Lagunya

Skola
Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Skola
Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Skola
Rumah Dulohupa, Rumah Adat Gorontalo

Rumah Dulohupa, Rumah Adat Gorontalo

Skola
Mutual Security Act, Penyebab Kejatuhan Kabinet Sukiman

Mutual Security Act, Penyebab Kejatuhan Kabinet Sukiman

Skola
Rumah Walewangko, Rumah Adat Minahasa

Rumah Walewangko, Rumah Adat Minahasa

Skola
Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Contoh Manfaat Sumber Daya Alam bagi Kehidupan Manusia

Contoh Manfaat Sumber Daya Alam bagi Kehidupan Manusia

Skola
Menentukan Pasangan Asam Basa Konjugasi

Menentukan Pasangan Asam Basa Konjugasi

Skola
Rumah Lamin, Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah Lamin, Rumah Adat Kalimantan Timur

Skola
Teori Asal-Usul Kehidupan

Teori Asal-Usul Kehidupan

Skola
komentar
Close Ads X