Iran, Negara Kaya Sumber Daya yang Kerap Berkonflik

Kompas.com - 08/01/2020, 18:00 WIB
Para pelayat berkumpul di sekitar kendaraan yang membawa peti jenazah Jenderal Qasem Soleimani di Kerman, Iran, pada 7 Januari 2020. Soleimani tewas setelah mobil yang ditumpanginya diserang AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020. AFP/ATTA KENAREPara pelayat berkumpul di sekitar kendaraan yang membawa peti jenazah Jenderal Qasem Soleimani di Kerman, Iran, pada 7 Januari 2020. Soleimani tewas setelah mobil yang ditumpanginya diserang AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

KOMPAS.com - Iran yang kini telah berkonflik dengan Amerika Serikat, sejatinya adalah negara dengan budaya dan sumber daya yang kaya.

Bagaimana negara di kawasan Timur Tengah itu sampai pada pusaran konflik yang digadang-gadang sebagai Perang Dunia Ketiga?

Mari simak sejarah Iran seperti dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015)...

Jantung Persia

Peta IranEncyclopaedia Britannica Peta Iran
Peradaban di Iran sendiri sebenarnya sudah bermula ratusan tahun sebelum masehi. Kuatnya budaya dan keberagaman Iran hari ini adalah warisan dari bangsa Persia yang berjaya sejak abad ke-6. Jantung Kekaisaran Persia ada di Iran. 

Baca juga: Dalam Kalender Persia, Sekarang Baru Tahun 1396

Kekaisaran Persia sempat menjadi salah satu peradaban terkuat di dunia. Persia unggul dalam ilmu pengetahuan dan dominasi di Timur Tengah.

Di abad ke-16, ketika Dinasi Safavid berkuasa, Kekaisaran Persia mengadopsi Islam syiah.

Hingga beberapa abad setelahnya, Islam Syiah mendominasi masyarakat Iran. Setelah Dinasti Safavid tumbang pada 1726, Persia sempat beberapa kali ganti dinasti kepemimpinan.

Kemudian pada 1796, Dinasti Qajar berkuasa. Di bawah Dinasti Qajar, Persia goyah. Negara-negara Eropa campur tangan. Ulama Islam Syiah juga turut mengendalikan kebijakan sosial dan politik.

Baca juga: Titik-Temu Sunni-Syiah

Masalah berkepanjangan ini mengantarkan hancurnya Dinasti Qajar. Pada 1925, Dinasti Pahlevi naik takhta.

Dinasti Pahlevi mengganti nama Persia menjadi Iran pada 1935. Dinasti ini juga punya cita-cita memodernisasi Iran. Sayangnya, rencananya itu ditentang dan memicu gejolak di masyarakat.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X