Pengertian Litosfer dan Material Pembentuknya

Kompas.com - 05/01/2020, 09:00 WIB
Mengenal litosfer dan bagian batuan yang membentuk kerak bumi shutterstock.comMengenal litosfer dan bagian batuan yang membentuk kerak bumi

KOMPAS.com - Litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos artinya batuan dan sphera artinya lapisan.

Dilansir dari National Geographic, litosfer adalah bagian terluar dari bumi yang padat. Litosfer meliputi bagian atas mantel dan kerak bumi, menjadi bagian terluar dari struktur bumi.

Litosfer sendiri lapisan kulit bumi yang tersusun dari batuan dan mineral. Batuan pada litosfer adalah batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Litosfer sendiri memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan. Tanah bisa terjadi jika batuan di litosfer mengalami degradasi, erosi, maupun proses fisika lainnya.

Batuan kecil dan pasir bercampur dengan hasil komponen organis makhluk hidup yang kemudian membentuk tanah untuk digunakan tempat hidup berbagai organisme.

Baca juga: Struktur Tanah, Jenis dan Fungsinya

Bagian lapisan litosfer

Lapisan kerak bumi atau litosfer terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  • Lapisan sial

Tersusun dari logam silisium dan alumunium yang berbentuk senyawa SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan ini terdapat batuan sedimen, granit endesit, dan batuan lain yang ada di daratan benua.

Lapisan sial merupakan lapisan kerak bersifat padat dan berbatu. Litosfer ini terbagi menjadi dua bagian:

Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di atas dan batuan beku di bawah. Kerak ini sering dikenal sebagai benua.

Kerak samudra, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan laut di atas, batuan vulkanik di bawah, dan yang paling bawah lagi ada batuan beku gabro dan pridolit. Lapisan ini terdapat di dasar samudra.

  • Lapisan sima

Disebut juga sebagai lapisan silisium magnesium. Lapisan yang tersusun oleh logam silisium dan mengnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.

Lapisan ini lebih berat dibandingkan lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium.

Lapisan ini bersifat elastis dan mempunyai ketebalan sekitar 65 kilometer.

Material pembentuk litosfer

Litosfer terdiri dari tiga jenis material utama sebagai bahan dasar. berikut material batuan penyusun litosfer:

Baca juga: Mengenal Bumi Rumah Kita

Batuan bekushutterstock.com Batuan beku

  • Batuan beku

Terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Sekitar 80 persen batuan yang menyusun kerak bumi adalah batuan beku.

Berdasarkan tempat terbentuknya magma beku, terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Batuan beku dalam, yang terjadi dari pembekuan magma yang berada jauh di dalam kulit bumi. Seperti granit, diotit, dan gabro.
  2. Batuan beku gang atau korok, terjadi dari magma yang membeku di lorong antara magma dan permukaan bumi. Magma yang terserap di lapisan litosfer kemudian membentuk kristal mineral. Campuran kristal mineral inilah ciri dari batuan korok.
  3. Batuan beku luar, terjadi dari magma yang keluar ke permukaan bumi. Contohnya, basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, dan batu apung.

Batuan sedimenshutterstock.com Batuan sedimen

  • Batuan sedimen

Batuan mineral yang terbentuk di permukaan bumi dan mengalami pelapukan. Bagian pelapukan yang lepas dan ditransportasikan oleh aliran air, angin, atau gletser kemudian mengendap.

Mengalami sedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan terjadi batuan sedimen.

Baca juga: Tanah Longsor di Pinggir Kali Tanah Baru Depok, Pohon Tutupi Jalan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panitia Sembilan: Anggota, Tugas, dan Kontribusinya

Panitia Sembilan: Anggota, Tugas, dan Kontribusinya

Skola
Tujuan ASEAN

Tujuan ASEAN

Skola
Isi Deklarasi Bangkok

Isi Deklarasi Bangkok

Skola
Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Skola
Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Skola
Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Skola
Proses Terjadinya Fertilisasi

Proses Terjadinya Fertilisasi

Skola
Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Skola
Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Skola
Keanggotaan Indonesia di OKI

Keanggotaan Indonesia di OKI

Skola
Sejarah Berdirinya VOC

Sejarah Berdirinya VOC

Skola
Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Skola
Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Skola
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Skola
Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Skola
komentar
Close Ads X