Cara Bunglon Mengubah Warna Kulitnya

Kompas.com - 28/12/2019, 12:00 WIB
Para peneliti Jerman menemukan bahwa bunglon bisa bercahaya di bawah sinar UV David Prötzel; ZSM/LMUPara peneliti Jerman menemukan bahwa bunglon bisa bercahaya di bawah sinar UV

KOMPAS.com - Bunglon merupakan hewan yang memiliki kemampuan mengganti warna kulitnya.

Biasanya perubahan warna menjadi serupa dengan lingkungan sekitar, seperti pohon, atau daun. Tahukah kamu bagaimana bunglon bisa mengubah warna kulitnya?

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), bunglon merupakan salah satu spesies dari kelompok kadal dunia terutama arboreal (penghuni pohon). Itu adalah hewan yang terkenal dengan kemampuan mengubah warna tubuh.

Kemampuan bunglon sering sering ganti warna sebagai kamuflase atau perubahan bentuk, warna, sikap atau rupa agar tidak dikenali.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bunglon Mengubah Warna untuk Kamuflase Hanya Mitos

Ini sebagai cara bunglon untuk menghindar atau mengelabui predator yang menyerangnya.

Karakteristik lain dari bunglon ada pada kakinya. Itu termasuk kaki zygodactylous atau jari-jari kaki menyatu dua dan tiga.

Giginya melekat pada tepi rahang, mata bergerak secara independen dan lidah yang panjang serta ramping.

Bunglon akan mengubah warna kulit dengan cepat tergantung dengan suasana hatinya. Selain itu untuk merespon keadaan suhu, dan lingkungan.

Proses perubahan warna

Perubahan warna yang terjadi pada bunglon bukan karena pigmen meski warna kulit yang dimiliki manusia dan hewan dari pigmen dalam tubuh.

Baca juga: Seperti Bunglon, Tupai Terbang Ini Bisa Ubah Warna Jadi Merah Muda

Perubahan terjadi karena nanokristal yang ada di kulitnya. Nanokristal itu merupakan material berukuran nano atau sangat kecil yang berada di kulit bunglon.

Itu bisa memantulkan cahaya. Selain itu perubahan ruang di antara kristal pada kulit bunglon  juga mengubah cahaya yang dipantulkan ke mata.

Perubahan warna juga disebabkan adanya beberapa lapis sel yang membentuk susunan kulit.

Warna bunglon

Diberitakan Kompas.com (9/5/2019), jika lapisan terluar kulit bunglon transparan. Di bawahnya ada beberapa lapisan kulit bernama kromatofor.

Kromatofor itu memiliki lengan-lengan panjang, seperti gurita yang dikelilingi oleh melanin (pigmen). Kromatofor di setiap lapisan memiliki kantung dengan berbagai jenis pigmen warna.

Baca juga: Kulit Bunglon, Inspirasi Pengembangan Implan Medis

Di lapisan atas mengandung melanofar ada sel yang disebut iridofor. Itu berisi pigmen warna biru yang memantulkan cahaya biru dan putih.

Lapisan di atasnya lagi adalah xanthopores dan erythopores. Itu mengandung pigmen warna kuning dan merah.

Umumnya itu pigmen tersimpan di dalam kantung kecil pada setiap sel.

Namun ketika bunglon mengalami perubahan suhu atau suasana hati, sistem sarafnya akan memberi tahu kromatofor tertentu.

Itu untuk mengembang atau menyusut dan akhirnya mengubah warna sel.

Sebagai contoh, jika bunglon tengah bersemangat dan agresif akan mengubah warna kulit jadi merah. Itu akan melebarkan seluruh sel erythopore untuk menghalangi warna yang keluar.

Saat bunglon tenang warna kulit akan berubah jadi hijau. Itu akan menutup sel erythopore dan membiarkan sebagian cahaya yang dipantulkan warna biru dari iridofor bercampur lapisan xanthopores yang berwarna kuning.

Baca juga: Tiga Bunglon Jenis Baru Ditemukan di Bukit Barisan

Bunglon juga memiliki aneka pigmen warna, seperti dapat menghasilkan warna merah, merah muda, kuning, biru, dan coklat.

Jenis bunglon

Bunglon memiliki beberapa jenis dan habitat yang berbeda, yakni Bradypodion, Brookesia, Chamaeleo, dan Rhampholeon.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), ada dua jenis tambahan lagi, yakni Calummna dan Furcifer.

Lebih dari 150 spesies saat ini yang dikenal masyarakat. Setengah dari spesies hanya ada di Madagaskar, sedangkan yang lain sebagian di Afrika, Asia, India, Sri Lanka, Timur Tengah atau Eropa.

Bunglon terpanjang itu di dunia adalah bunglon parson (Calumma Parsonii) yang punya panjang sekitar 69,5 sentimeter.

Baca juga: Prabowo Sebut Banyak Elite di Jakarta Jadi Bunglon

Bunglon terpendek di dunia adalah Brookesia Micra yang memiliki panjang maksimum 29 milimeter.

Pada umumnya bunglon memiliki panjang 17 hingga 25 sentimeter.

Setiap spesies itu mampu mengalami perubahan warna tertentu.

 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X