Kompas.com - 20/12/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

KOMPAS.com - Globalisasi adalah suatu integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia.

Fenomena ini melibatkan integrasi ekonomi, budaya, kebijakan pemerintah, teknologi, ilmu pengetahuan dan gerakan politik di seluruh dunia. Ini merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan aktivitas ekonomi dan budaya.

Banyak pihak yang menilai jika globalisasi ini berawal dari era modern. Tapi beberapa pakar menilai jika globalisasi ini sudah ada sejak dulu.

Arti Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata globalizatioan. Global artinya dunia, sedangkan lization artinya proses.

Baca juga: Globalisasi Menurun, Era Digital Menguat, Bagaimana Bank Sentral Menyikapinya?

Dilansari dari Encyclopaedia Britannica (2015), globalisasi bukanlah hal baru. Banyak kerajaan besar dan gerakan keagamaan dulu, telah menjalani globalisasi.

Perdagangan dan investasi antar negara sudah memprimosikan saling ketergantungan ekonomi dunia selama berabad-abad.

Istilah globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980 dan lebih sering lagi pada pertengahan 1990 an.

Saat ini perusahaan-perusahaan besar mengatur produksinya pada skala dunia. Setiap langkah ada nilai tambah. Dari penelitian dan pengembangan, hingga pengolahan bahan baku, produksi suku cadang, perakitan komponen, dan pemasaran produk akhir.

Ketika globalisasi berlangsung, maka kesejahteraan ekonomi individu akan semakin dipengaruhi oleh kekuatan pasar global.

Baca juga: Globalisasi, Pisau Bermata Dua untuk Ekonomi Indonesia

Itu dikendalikan negara-negara dan lembaga-lembaga internasional.

Dikutip dari Forbes, sebuah reaksi terhadap globalisasi sedang meningkat di seluruh dunia. Itu merupakan tulisan dari Profesor Harvard Dani Rodrik.

Ini pada akhirnya adalah hasil dari persaingan antara pekerja di negara-negara berkembang dan maju.

Dampak globalisasi

Pada proses globalisasi ini akan muncul dampak yang memunculkan perubahan sikap, nilai dan pola perilaku pada masyarakat.

Lembaga seperti WTO atau Organisasi Perdagangan Dunia dan IMF atau Dana Moneter Internasional kerap jadi sasaran kritik dan protes.

Karena, banyak keputusan ekonomi didelegasikan ke lembaga-lembaga itu.

Baca juga: Melawan Globalisasi Teror

Dampak positif dari globalisasi ini sistem pemerintahan semakin terbuka dan terciptanya demokrasi. Ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Selain itu, globalisasi bisa meningkatkan produktivitas kerja masyarakat dan mendorong peningkatan gerak sosial masyarakat.

Dampak negatif yang akan terjadi itu bisa memudarkan rasa nasionalisme dan rasa cinta terhadap produk-produk dalam negeri.

Ini juga akan memunculkan kesenjangan ekonomi dan bentura budaya di masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.