Kompas.com - 18/12/2019, 19:00 WIB
Warga lintas agama menunjukkan rasa dukanya saat berkumpul di Masjid Preston di Melbourne, Australia, sebagai bentuk solidaritas bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/CON CHRONISWarga lintas agama menunjukkan rasa dukanya saat berkumpul di Masjid Preston di Melbourne, Australia, sebagai bentuk solidaritas bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

KOMPAS.com - Solidaritas menjadi kebutuhan setiap masyarakat atau kelompok sosial.

Masyarakat akan tetap ada jika dalam kelompok sosial memiliki rasa solidaritas di antara anggota-anggotanya.

Dalam buku Teori Sosiologi Klasik dan Modern (1994) karya Doyle Paul Johnson, solidaritas merujuk pada suatu hubungan antara individu dan atau kelompok yang berdasar pada moral dan kepercayaan yang dianut bersama, serta pengalaman emosional bersama.

Solidaritas yang dipegang, yaitu kesatuan, persahabatan, rasa saling percaya yang muncul akibat tanggung jawab bersama, dan kepentingan bersama di antara para anggotanya.

Pengertian akan solidaritas juga diperjelas oleh sosiolog Emile Durkheim. Solidaritas adalah perasaaan saling percaya antara para anggota dalam suatu kelompok atau komunitas.

Jika orang saling percaya maka mereka akan membentuk persahabatan, mejadi saling menghormati, terdorong untuk bertanggung jawab dan memperhatikan kepentingan bersama.

Baca juga: Pengertian Lembaga Sosial

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bentuk solidaritas

Diambil dari buku Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Post Modern (2012) karya George Ritzer, perkembangan masyarakat dilihat dari masyarakat yang berkembang di lingkungan sederhana menuju masyarakat di lingkungan modern.

Perbedaan tersebut membuat Emile Durkheim membuat dua tipe solidaritas, yaitu:

  • Solidaritas mekanik

Merupakan rasa solidaritas yang berdasarkan suatu kesadaran kolektif. Bentuk solidaritasnya tergantung pada individu masing-masing yang memiliki sifat yang sama dan menganut kepercayaan serta pola normatif yang sama pula.

Solidaritas mekanik biasanya muncul dari pedesaan. Hal ini dikarenakan solidaritas tersebut akan terbangun pada kelompok masyarakat yang masih sederhana.

Baca juga: Pengertian Otonomi Daerah dan Dasar Hukumnya

Warga desa memiliki kesadaran kolektif yang juta sehingga tingkat individual masyarakat rendah.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada warga yang tertimpa masalah atau musibah, maka seluruh warga atau kelompok sosial tersebut akan bersama-sama memberikan pertolongan.

Pada solidaritas mekanik, pembagian kerja masih belum jelas. Terkadang ada satu orang yang harus mengerjakan beberapa tugas.

Pada dasarnya suatu masyarakat yang ditandai memiliki solidaritas mekanik akan bersatu karena memiliki rasa yang sama dengan semua orang.

Pengikat di antara orang-orang dengan solidaritas mekanik adalah karena mereka semua terlibat dalam kiegiatan yang hampir sama antara satu dengan lainnya.

Baca juga: Perbedaan Hukum Kebiasaan dan Hukum Adat

  • Solidaritas organik

Solidaritas yang berkembang dalam kelompoj masyarakat yang kompleks. Contohnya, pada masyarakat perkotaan di mana para anggotanya disatukan oleh rasa saling membutuhkan untuk kepentingan bersama.

Di dalam solidaritas organik, pembagian kerja sudah jelas untuk masing-masing anggota kelompok. Bahkan disesuaikan dengan bidang atau keahlian masing-masing.

Dalam solidaritas organik, masyarakat saling membutuhkan dan berhubungan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Bukan karena asas kebersamaan ataupun ikatan moral.

Contohnya, sebuah perusahaan pasti memiliki departemen atau bagian yang masing-masing memiliki tugas.

Baca juga: Pengertian Antropologi, Objek, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya

Semua departemen tersebut bekerja dan akan saling membantu sesuai porsinya masing-masing untuk menjalankan sebuah perusahaan.

Munculnya perbedaan-perbedaan dikalangan individu karena pembagian kerja yang kuta akan merubah kesadaran kolektif yang ada di masyarakat sederhana.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.