Bhineka Tunggal Ika: Arti dan Maknanya

Kompas.com - 15/12/2019, 08:00 WIB
Gapura replika burung Garuda Pancasila di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). ANTARA/Yogi RachmanGapura replika burung Garuda Pancasila di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

KOMPAS.com - Bhineka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetap satu jua. Itu menjadi semboyan bangsa Indonesia dan tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 pulau dan keberagaman suku, adat istiadat, bahasa, ras dan kebudayaan. Meski sangat beragam, bangsa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Sejarah Bhineka Tunggal Ika

Diambil dari arsip resmi Kementerian Hukum dan HAM, Bhineka Tunggal Ikan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang diambil dari kitab atau kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 M.

Bhineka artinya beragam atauk beraneka. Tunggal artinya satu dan Ika artinya itu.

Santoso, Soewito Sutasoma dalam buku, A Study in Old Javanese Wajrayana (1975), menjelaskan semboyan Indonesia ini tidaklah tanpa sebab.

Baca juga: Din Syamsuddin: Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah Jalan Tengah

Kitab kakawin ini mengajarkan toleransi antar agama. Terutama antar agama Hindu-Siwa dan Buddha.

Artinya secara harfiah Bhineka Tunggal Ika menjadi beraneka satu itu. Maknanya, meski beranekaragam tapi tetap satu jua.

Makna Bhineka Tunggal Ika

Semboyan Bhineka Tunggal Ika ini menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, ras, agama dan bahasa.

Gina Lestari dalam jurnal Bhineka Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia di Tengah Kehidupan Sara (2015), mengatakan pluralitas dan heterogenitas yang tercermin pada masyarakat Indonesia diikat dalam prinsip persatuan dan kesatuan bangsa yang kita kenal dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Baca juga: Asty Ananta: Saya Percaya Kita Semua Bisa Menjadi Bhineka Tunggal Ika

Ini mengandung makna meskipun Indonesia berbhinneka, tetapi terintegrasi dalam kesatuan. Ini merupakan sebuah keunikan tersendiri bagi bangsa Indonesia yang bersatu dalam suatu
kekuatan dan kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara yang harus diinsafi secara sadar.

Dilansir dari Kompas.com (29/3/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur jika Indonesia negara yang kaya akan suku dan agama bisa mempertahankan dan memelihara kesatuan.

Indonesia yang kaya akan perbedaan dan mampu menjaganya dalam persatuan menjadi inspirasi bagi negara-negara lain di dunia dalam menjaga persatuan.

"Indonesia memiliki 714 suku dan maampu terpelihara dalam persatuan. Sementara beberapa negara lain tidak mampu memeliharaan perbedaan ini meski jumlah suku tidak sebanyak di Indonesia," ujar dia.

Berkat perjuangan para pahlawan, para syuhada para ulama Indonesia bisa menjadi bangsa yang kokoh. Sejak awal berdiri, Indonesia adalah bangsa yang sangat bhineka. Sangat beragam, sangat majemuk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Anjing selalu Menjulurkan Lidah?

Mengapa Anjing selalu Menjulurkan Lidah?

Skola
Sumpit, Sejarah hingga Menjadi Ikon Kuliner Asia

Sumpit, Sejarah hingga Menjadi Ikon Kuliner Asia

Skola
Mengapa jarum jam memutar ke kanan?

Mengapa jarum jam memutar ke kanan?

Skola
Anjing Laut dan Singa Laut, Serupa Tapi Tak Sama

Anjing Laut dan Singa Laut, Serupa Tapi Tak Sama

Skola
Perang Gerilya, Taktik Perang Melawan Penjajah

Perang Gerilya, Taktik Perang Melawan Penjajah

Skola
Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Skola
Burung Beo, Bisa Menirukan Suara Manusia

Burung Beo, Bisa Menirukan Suara Manusia

Skola
Mengapa Memberi Angpao Saat Imlek?

Mengapa Memberi Angpao Saat Imlek?

Skola
10 Pantangan Saat Imlek

10 Pantangan Saat Imlek

Skola
Mengapa Yogyakarta dan Aceh menjadi Daerah Istimewa?

Mengapa Yogyakarta dan Aceh menjadi Daerah Istimewa?

Skola
Tradisi Xianian Jelang Imlek

Tradisi Xianian Jelang Imlek

Skola
Warna Merah, Identik pada  Perayaan Imlek

Warna Merah, Identik pada Perayaan Imlek

Skola
Kue Keranjang: Sejarah dan Maknanya

Kue Keranjang: Sejarah dan Maknanya

Skola
Jenis Tarian Barongsai

Jenis Tarian Barongsai

Skola
Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

Skola
komentar
Close Ads X