Kompas.com - 12/12/2019, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Gamelan salah satu alat musik tradisional asli Indonesia yang mendunia.

Alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul ini tidak hanya dikenal di Indonesia. Tapi juga di luar negeri, banyak warga negara lain yang belajar dan memainkan alat musik ini.

Gamelan sudah masuk di kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti di saat pernikahan yang menggunakan upacara adat Jawa, mengiringi tarian hingga pertunjukan wayang.

Sejarah Gamelan

Kata gamelan berasal dari bawasa jawa "gamel" dan "an", yang artinya memukul atau menabuh. Gamelan adalah suatu aktivitas menabuh yang dilakukan oleh orang zaman dahulu, kemudian menjadi nama alat musik.

Baca juga: Alunan Gamelan Jawa Hipnotis Para Penonton di Hongaria

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), gamelan terdiri dari Gong, Kenong, Gambang, Celempung, hingga alat musik pendamping lainnya.

Gamelan merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Semua disusun sedemikian rupa dan membentuk pakem dalam konteks permainan tradisional.

Irama musik yang keluar mencerminkan keselarasan hidup sebagai prinsip hidup yang dianut masyarakat Jawa. Gamelan didominasi dari kayu dan gangsa atau sejenis logam campuran timah dan tembaga.

Menurut orang Jawa, gamelan diciptakan oleh dewa yang menguasai daratan jawa, Sang Hyang Guru yang tinggal di Gunung Mahendra (Gunung Lawu).

Konon, dulu dipakai untuk memanggil dewa-dewa lainnya. Bunga dan dupa sering disajikan untuk mengiringi tabuhan gamelan.

Baca juga: Saat Gamelan Indonesia Iringi Lagu Yunani di Athena

Hal mistis ini dilakukan karena mereka percaya, bahwa di dalam gamelan didiami oleh roh.

Pemusik harus membuka sepatu ketika memainkan gamelan. Gamelan sangat dihormati dan tidak boleh dilangkahi karena mereka yakin roh dalam gamelan bisa marah dan mencelakai orang yang tidak menghormatinya.

Beberapa permainan pada gamelan diyakini dapat memengaruhi alam. Musisi Jawa percaya bahwa Gong Ageng menjadi roh utama dari keseluruhan gamelan.

Dilansir dari Kompas.com (24/2/2018), jika beberapa relief di Candi Borobudur menggambarkan instrumen gamelan.

Ini berati jika gamelan sudah menjadi keseharian masyarakat sejak abad ke 9. Kemudian tersentuh beragam budaya, seperti dari Eropa dan Arab.

Baca juga: Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

Penabuh gamelan harus lembut. Duduknya harus bersila. Perangai penabuh tidak boleh jelalatan, harus fokus. Menabuhnya tidak boleh ugal-ugalan.

Artinya, hidup harus bisa mengendalikan diri dan menjaga sopan santun. Tidak jumawa. Dalam orkestrasi gamelan, seorang pengendang menentukan ritme gending. Dia seumpama pemimpin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian dan Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Pengertian dan Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Skola
Bedanya Has dan Have

Bedanya Has dan Have

Skola
Big Data: Pengertian, Karakteristik, dan Implementasinya 

Big Data: Pengertian, Karakteristik, dan Implementasinya 

Skola
Pengertian Revolusi Digital dan Tantangannya

Pengertian Revolusi Digital dan Tantangannya

Skola
Pengertian Instrumentasi Optik

Pengertian Instrumentasi Optik

Skola
Mengenal Software as a Service (SaaS), Keuntungan, dan Contohnya

Mengenal Software as a Service (SaaS), Keuntungan, dan Contohnya

Skola
Pengertian HTML, Tag, dan CSS

Pengertian HTML, Tag, dan CSS

Skola
Apakah di Indonesia Bisa Turun Salju?

Apakah di Indonesia Bisa Turun Salju?

Skola
Perbedaan Norma Hukum dan Norma Sosial Lainnya

Perbedaan Norma Hukum dan Norma Sosial Lainnya

Skola
Pengertian Sistem Kontrol, Jenis dan Contohnya

Pengertian Sistem Kontrol, Jenis dan Contohnya

Skola
Sel Ferrel: Pengertian dan Proses Terjadinya di Atmosfer Bumi

Sel Ferrel: Pengertian dan Proses Terjadinya di Atmosfer Bumi

Skola
Daftar Gugus Fungsi Senyawa Karbon

Daftar Gugus Fungsi Senyawa Karbon

Skola
Bioluminesensi: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Bioluminesensi: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Skola
Kaki Tabung pada Bintang Laut

Kaki Tabung pada Bintang Laut

Skola
Persediaan: Pengertian, Jenis, dan Biayanya

Persediaan: Pengertian, Jenis, dan Biayanya

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.