Teks Persuasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri dan Jenisnya

Kompas.com - 11/12/2019, 17:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan ?Merdeka Belajar?, di Jakarta, Rabu (11/12). Dok. Kementerian Pendidikan dan KebudayaanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan ?Merdeka Belajar?, di Jakarta, Rabu (11/12).

KOMPAS.com - Menulis teks persuasi seperti menjadi pengacara yang memperdebatkan kasus di hadapan juri.

Penulis mengambil sikap atas suatu masalah, baik memihak ataupun bertentangan dan membangun argumen sekuat mungkin untuk memenangkan pembaca.

Dalam teks atau karangan persuasi, tugas penulis adalah meyakinkan pembaca untuk menerima sudut pandang tertentu atau mengambil tindakan tertentu.

Teks persuasi membutuhkan penelitian yang baik, kesadaran akan bias pembaca, dan pemahaman yang kuat dari kedua sisi masalah.

Lebih jauh, karangan persuasi yang baik menunjukkan tidak hanya mengapa pendapat penulis itu benar, tetapi juga mengapa pandangan yang berlawanan salah.

Baca juga: Perlu Cara Persuasi untuk Menertibkan Gelandangan dengan Penyakit Jiwa

Perbedaan persuasi dan persuasif

Istilah persuasi berasal dari bahasa Inggris persuasion yang diturunkan dari kata to persuade yang artinya membujuk atau meyakinkan.

Persuasi berkaitan dengan perkara memengaruhi orang lain melalui bahasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan perbedaan kata persuasi (kata benda) dan persuasif (kata sifat).

Persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya; bujukan halus; imbauan.

Persuasif adalah bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin).

Persuasi juga berarti karangan yang bertujuan membuktikan pendapat.

Baca juga: Fakta Unik Peringatan Sumpah Pemuda, Naik Gaji hingga Hafalkan Teks Saat Ditilang Polisi

Pengertian teks persuasif

Dalam KBBI, teks mempunyai beberapa pengertian:

  1. Teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang.
  2. Teks adalah kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan.
  3. Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato dan sebagainya.

Dengan demikian dapat diketahui definisi teks persuasi menurut KBBI.

Teks persuasif adalah teks yang fungsi utamanya memengaruhi pendapat, perasaan dan perbuatan pembaca.

Teks persuasif adalah teks apa pun di mana tujuan utamanya adalah untuk menyajikan sudut pandang dan berupaya membujuk pembaca.

Baca juga: Ini Curhat Menteri Nadiem yang Ketakutan Saat Tulis Pidato yang Viral

Tujuan teks persuasi

Setiap tulisan memiliki tujuan. Tujuan dari teks persuasif adalah untuk meyakinkan pembaca untuk percaya atau melakukan sesuatu.

Teks persuasif harus memberikan bukti spesifik dan meyakinkan.

Penulis perlu mendapatkan informasi tentang topik yang ingin disampaikan dan melakukan riset tentang hal itu menggunakan sumber yang sah.

Dikutip dari Keterampilan Dasar Menulis (2004) karya Muhammad Yunus dan Suparno, teks persuasi adalah karangan yang ditujukan untuk memengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai sesuatu hal yang disampaikan penulisnya.

Teks persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya bujuk, berdaya ajak, ataupun berdaya imbau.

Teks persuasi bertujuan untuk membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti imbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan penulis.

Imbauan implisit adalah ajakan yang dilakukan secara tersirat, terkandung halus, dan tidak dinyatakan secara jelas atau terang-terangan.

Imbauan eksplisit adalah ajakan yang dilakukan secara gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit sehingga orang menangkap maksudnya dengan mudah dan tidak mempunyai gambaran yang kabur atau salah.

Kesimpulannya, tujuan teks persuasi adalah:

  1. Agar pembaca menerima sudut pandang penulis akan topik yang dibahas dalam tulisan secara tepat.
  2. Agar pembaca mengadopsi cara berpikir penulis tentang topik atau masalah dalam tulisan secara tepat.

Baca juga: Rabu Malam Ini, SBY Sampaikan Pidato Refleksi Akhir Tahun 2019

Cara mengajak pembaca menggunakan teks persuasi

Minami Try Astuti dalam Yuk Ungkap Idemu Melalui Teks Persuasi hingga Teks Tanggapan (2019) menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam membujuk audiens, yaitu etika, emosi dan logika.

Etika berkaitan dengan perilaku sopan dan santun. Emosi berkaitan dengan perasaan audiens. Logika berkaitan dengan penjelasan yang masuk akal sehingga audiens yakin dan percaya dengan isi teks.

Selain itu, terdapat empat hal penting dalam meyakinkan pembaca melalui teks persuasi:

Baca juga: Pidato di Istana Negara Kemarin, Ini 4 Hal yang Disampaikan Megawati

  1. Kunci dalam penulisan teks persuasi adalah empati. Penulis harus memahami keinginan pembaca dan mampu melihat sudut pandang mereka.
  2. Fokus pada audiens, bukan pada lawan.
  3. Less is more. Andy Stanley dalam Communicating for a Change (2008)  menegaskan bahwa lebih sedikit adalah lebih baik dalam hal seni persuasi. Caranya, menciptakan satu frasa yang akan lama diingat orang setelah mereka membaca.
  4. Akhiri dengan harapan. Pembaca yang melihat harapan dari suatu masalah lebih cenderung mengambil tindakan daripada yang putus asa tentang suatu masalah.

Baca juga: Berharap Realisasi dari Pidato Hari Guru Nasional Nadiem Makarim...

Ciri-ciri teks persuasi

Teks atau karangan persuasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Harus ada fakta dan data secukupnya.
  2. Bertolak pada pendirian bahwa pikiran manusia dapat berubah.
  3. Harus menimbulkan kepercayaan pembaca atau pendengarnya.
  4. Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara pembuat teks (pembicara/penulis) dan yang diajak berbicara/pembaca.
  5. Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan
  6. tercapai.

Baca juga: Pidato di Reuni 212, Rizieq Shihab Merasa Diasingkan Penguasa Indonesia

Jenis-jenis teks persuasi

Terdapat empat jenis teks persuasi yaitu:

  1. Persuasi Politik. Persuasi politik dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang politik dan kenegaraan.
  2. Persuasi Pendidikan. Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
  3. Persuasi advertensi atau iklan. Persuasi ini dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini, diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.
  4. Persuasi Propaganda. Obyek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuannya tidak hanya penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X