Golongan Darah: Sistem dan Komponennya

Kompas.com - 09/12/2019, 18:49 WIB
Ilustrasi golongan darah ThinkstockIlustrasi golongan darah

Baca juga: Peneliti Temukan Bakteri yang Bisa Ubah Golongan Darah

Mengapa darah manusia bisa berbeda?

Adapun yang membuat darah tiap orang berbeda dari orang lain adalah kombinasi unik molekul protein yang disebut antigen dan antibodi.

Antigen hidup pada permukaan sel darah merah sedangkan antibodi terdapat dalam plasma darah.

Kombinasi antigen dan antibodi dalam darah inilah yang menjadi dasar Karl Landsteiner dalam mengelompokkan golongan darah manusia menjadi empat.

Baca juga: Polusi Udara Berisiko Tinggi Pada Golongan Darah Non-O

  • Golongan darah O: sel darah merah tidak memiliki aglutinogen A dan B tetapi plasma darah mengandung aglutinin a dan b.
  • Golongan darah A: terdapat aglutinogen A dalam eritrosit dan aglutinin b dalam plasma darah.
  • Golongan darah B: sel darah merah mengandung aglutinogen B dan aglutinin a dalam plasma darah.
  • Golongan Darah AB: eritrosit memiliki aglutinogen A dan B serta terdapat aglutinin a dan b dalam plasma darah.

Baca juga: Efektifkah Diet Berdasarkan Golongan Darah?

W. John Lockyer dalam bukunya Essentials of ABO-Rh Grouping and Compatibility Testing (2014), selain sistem golongan darah ABO, Karl Landsteiner juga menemukan sistem golongan darah Rhesus pada 1939.

Pembagian golongan darah ini berdasarkan jenis ketiga dari antigen yang disebut faktor Rhesus atau Rh yang ditemukan dalam sel darah merah.

Bagi yang memiliki faktor rhesus artinya jenis darahnya "Rh+" atau "positif". Bila seseorang tidak mempunyai antigen ini berarti jenis darahnya adalah "Rh-" atau "negatif".

Jadi, dari empat golongan darah dapat diklasifikasikan lagi menjadi delapan jenis darah:

  • O positif (O+) atau O negatif (O-)
  • A positif (A+) atau A negatif (A-)
  • B positif (B+) atau B negatif (B-)
  • AB positif (AB+) atau AB negatif (AB-)

Baca juga: Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Mengapa golongan darah penting?

Jika seseorang menerima darah dari jenis darah yang tidak kompatibel, dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh yang mengancam jiwa.

Transfusi darah kemungkinan akan gagal. Sebab, seseorang hanya dapat memberikan darah kepada orang dengan antigen darah yang kompatibel.

Orang dengan darah Rh- dapat memberikan darah ke jenis darah baik Rh- dan Rh+. Namun, orang dengan darah Rh+ tidak dapat memberikan ke resipien Rh-.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X