Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memahami Siklus Menstruasi dan Ovulasi

Kompas.com - 09/12/2019, 17:52 WIB
Nibras Nada Nailufar

Penulis

KOMPAS.com - Menstruasi biasanya mulai dialami wanita ketika menginjak remaja. Tak cuma manusia, hewan betina dari siklus mamalia juga mengalami menstruasi.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica (2015), menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina. Darah keluar bersamaan dengan lapisan dinding rahim yang luruh.

Dinding rahim luruh karena tidak dibuahi. Ini mengapa wanita hamil tidak menstruasi.

Namun menstruasi tak cuma seputar pendarahan. Lebih dari itu, menstruasi bagian dari siklus bulanan wanita. Proses kesuburan ini disebut siklus menstruasi.

Baca juga: Sinyal Tubuh Seorang Wanita dalam Masa Subur

Siklus normal menstruasi biasanya 28 hari. Namun tak ada wanita yang selalu pas 28 hari. Ada yang 21 hari dan ada yang 40 hari. Rentang itu masih termasuk normal.

Berikut fase-fase dalam siklus menstruasi:

Fase proliferasi

Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh kerja hormon-hormon kewanitaan. Hormon bekerja seperti pembawa pesan.

Otak akan menghasilkan hormon, kemudian dibawa lewat aliran darah. Hormon ini merangsang folikel, tempat di ovarium (indung telur) yang menyimpan ovum (sel telur) dan sel pelindungnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Sperma Berenang Menuju Sel Telur?

Dalam tahap ini, folikel yang menerima pesan dari hormon, bersiap-siap melepaskan telur dan menghasilkan hormon estrogen yang hanya ada di wanita.

Dalam siklus menstruasi 28 hari, fase proliferasi biasanya bertahan selama delapan hari.

Ovulasi

Di fase proliferasi, ada proses ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari indung telur.

Sel telur akan bergerak ke saluran bernama fallopian tube (tuba falopi). Sel telur menempel di sana dan menunggu dibuahi sel sperma dari laki-laki.

Baca juga: Tips Menghitung Masa Subur Berdasarkan Siklus Menstruasi

Ini adalah saat tersubur wanita. Saat-saat paling memungkinkan untuk hamil ini biasanya bertahan dua dari delapan hari fase folikuler.

Fase sekresi

Dalam fase ini, rahim mempersiapkan diri untuk menampung sel telur yang telah dibuahi.

Dinding rahim atau endometrium menebal karena membuat cadangan darah dan jaringan untuk sumber nutrisi sel telur yang dibuahi. Fase ini berlangsung selama 14 hari.

Menstruasi

Jika tidak ada sel telur yang dibuahi, setelah 14 hari sel telur di tuba falopi akan mati. Darah dan jaringan di dinding rahim juga akan luruh.

Baca juga: Melihat Perubahan Fase Menstruasi Seiring Bertambahnya Usia

Total darah dan jaringan yang keluar dari vagina kira-kira seberat 28 gram atau dua sendok makan setiap harinya. Biasanya, wanita mengalami pendarahan atau menstruasi selama empat sampai tujuh hari.

Inilah yang disebut dengan menstruasi. Siklus ini akan berulang terus hingga wanita tak lagi subur.

Meskipun menstruasi adalah proses akhir dari siklus ini, namun umumnya hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari pertama siklus menstruasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com