Biografi Pangeran Diponegoro, Pemimpin Perang Jawa

Kompas.com - 09/12/2019, 11:11 WIB
Surat dari Pangeran Diponegoro yang ditemukan di arsip militer, Breda, Belanda dikembalikan oleh Peter Carey kepada Museum Sejarah Jakarta pada Selasa (5/3/2014) AZMI PAMUNGKASSurat dari Pangeran Diponegoro yang ditemukan di arsip militer, Breda, Belanda dikembalikan oleh Peter Carey kepada Museum Sejarah Jakarta pada Selasa (5/3/2014)

 

KOMPAS.com- Sosok Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pahlawan legendaris. Ceritanya menyebar luas di berbagai catatan sejarah dan cerita rakyat.

Tak hanya sebagai pahlawan, Pangeran Diponegoro juga dikenal sebagai tokoh spiritual yang memegang teguh ajaran agama.

Perang Jawa yang dikobarkan Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 membuat Belanda kehilangan ribuan tenatara dan biaya.

Berikut biografi Pangeran Diponegoro dan kisah hidupnya yang menarik:

Dikenal sebagai Raden Mas Ontowirjo

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica dalam artikelnya Diponegoro Javanese Leader, disebutkan Diponegoro punya nama Raden Mas Ontowirjo. Ia lahir di Yogyakarta pada 11 November 1785.

Pangeran Diponegoro merupakan putra tertua Sultan Hamengkubuwono III. Ia tumbuh menjadi sosok yang religius.

Baca juga: Tapak Tilas Jejak Dakwah Pangeran Diponegoro di Masjid Langgar Agung Menoreh

Nama Pangeran Diponegoro melegenda karena menjadi memimpin Jawa dalam Perang Jawa atau kini dikenal sebagai Perang Diponegoro (1825-1830).

Perang Jawa sendiri dipicu oleh reformasi tanah yang dilakukan Belanda untuk melemahkan perekonomian para bangsawan Jawa.

Perang dengan Belanda

Dikutip dari berita Kompas.com, Perang Diponegoro dimulai ketika Belanda memasang tanda di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Geram dengan aksi tersebut, sang Pangeran kemudian menantang Belanda.

Perang Diponegoro menyebar luas hingga ke Pacitan dan Kedu. Beberapa tokoh saat itu juga bergabung. Seperti Kyai Maja, tokoh agama di Surakarta, kemudian SISKS Pakubuwono VI, dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuan ASEAN

Tujuan ASEAN

Skola
Isi Deklarasi Bangkok

Isi Deklarasi Bangkok

Skola
Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Skola
Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Skola
Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Skola
Proses Terjadinya Fertilisasi

Proses Terjadinya Fertilisasi

Skola
Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Skola
Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Skola
Keanggotaan Indonesia di OKI

Keanggotaan Indonesia di OKI

Skola
Sejarah Berdirinya VOC

Sejarah Berdirinya VOC

Skola
Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Skola
Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Skola
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Skola
Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Skola
Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Skola
komentar
Close Ads X