Biografi Soepomo, Perumus Pancasila dan UUD 1945

Kompas.com - 06/12/2019, 15:59 WIB

Meski lewat KMB Belanda akhirnya melepas Indonesia, namun Indonesia dipaksa merubah bentuknya menjadi Republik Indonesia Serikat.

Bagi Soepomo, apa yang dihasilkan lewat KMB sudah maksimal kendati banyak hal yang harus direlakan. Salah satunya, mengganti bentuk negara kesatuan.

Dalam pemerintahan RIS, Soepomo kembali duduk sebagai menteri kehakiman pada 20 Desember 1949. Tak lama setelah diangkat, yakni pada 19 Mei 1950, Soepomo menggelar pertemuan.

Pertemuan itu untuk mengakomodasi keinginan rakyat mengembalikan bentuk negara ke negara kesatuan.

Aktivitas hingga tutup usia

Setelah lengser sebagai menteri pada September 1950, Soepomo diberi mandat sebagai anggota delegasi RI untuk menghadiri sidang umum PBB di Lake Succes pada 13 November 1950.

 Baca juga: Polemik 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila pada Era Orde Baru...

Lewat sidang itu, Indonesia dinyatakan sebagai anggota PBB dengan nomor urut 60.

Setelah itu, Soepomo diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda. Tugasnya, membina hubungan antara Indonesia dengan Belanda pasca-KMB.

Setelah Belanda, Soepomo menjadi Duta Besar untuk Inggris dari 1954 hingga 1956. Di dunia akademik, Soepomo juga diangkat sebagai profesor lalu Presiden Universitas Indonesia.

Di tingkat internasional, Soepomo menjabat Wakil Presiden International Institute of Differing Civilization yang berpusat di Brussel, Belgia.

Ia juga menjadi wakil ketua di International Comission for Scientific and Cultural History of Mankind dan Indonesia Institute for World Affairs.

 Baca juga: 17 Agustus: Di 9 Tempat Ini, Soekarno Pernah Catatkan Sejarah...

Jabatan terakhir yang diembannya adalah sebagai anggota Panitia Negara untuk Urusan Konstitusi pada 1958.

Soepomo tutup usia pada 12 Desember 1958 usai bermain tenis di rumahnya di Jalan Diponegoro, Jakarta. Ia meninggal karena serangan jantung.

Soepomo dimakamkan keesokan harinya di Pemakaman Yosoroto di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Surakarta. Sebagai penghargaan, Soepomo diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 1965.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contoh Dialog Asking and Giving Attention

Contoh Dialog Asking and Giving Attention

Skola
Menulis Catatan Pribadi dalam Bahasa Inggris

Menulis Catatan Pribadi dalam Bahasa Inggris

Skola
Contoh Dialog Asking and Giving Information

Contoh Dialog Asking and Giving Information

Skola
Mengenal Kolom Opini dalam Bahasa Inggris

Mengenal Kolom Opini dalam Bahasa Inggris

Skola
Pengertian dan Manfaat Gerak Ritmik

Pengertian dan Manfaat Gerak Ritmik

Skola
Rumus Tetapan Kesetimbangan

Rumus Tetapan Kesetimbangan

Skola
Asas Le Chatelier tentang Pergeseran Kesetimbangan Reaksi Kimia

Asas Le Chatelier tentang Pergeseran Kesetimbangan Reaksi Kimia

Skola
Pengertian Kesetimbangan Dinamis

Pengertian Kesetimbangan Dinamis

Skola
Sistem Sirkulasi Darah pada Hewan

Sistem Sirkulasi Darah pada Hewan

Skola
Fungsi dan Nilai Estetik Tari Modern

Fungsi dan Nilai Estetik Tari Modern

Skola
Perlawanan Etnis Tionghoa terhadap VOC

Perlawanan Etnis Tionghoa terhadap VOC

Skola
Perlawanan Riau terhadap VOC

Perlawanan Riau terhadap VOC

Skola
Perlawanan Gowa-Tallo (Makassar) terhadap VOC

Perlawanan Gowa-Tallo (Makassar) terhadap VOC

Skola
Perlawanan Banten terhadap VOC

Perlawanan Banten terhadap VOC

Skola
Tari Modern: Pengertian dan Cirinya

Tari Modern: Pengertian dan Cirinya

Skola
komentar
Close Ads X