Biografi Soepomo, Perumus Pancasila dan UUD 1945

Kompas.com - 06/12/2019, 15:59 WIB
Soepomo di ruang kerjanya sebagai Duta Besar RI untuk Inggris di London. Biografi Prof. Mr. Dr. R. Supomo (1977)Soepomo di ruang kerjanya sebagai Duta Besar RI untuk Inggris di London.

KOMPAS.com - Nama Dr. Soepomo mungkin lebih dikenal sebagai jalan di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Namanya memang diabadikan di jalan Jakarta dan sejumlah kota lain di Indonesia atas jasanya yang besar. Dr Soepomo adalah salah satu perumus dasar negara yakni Pancasila.

Ia juga ikut menyusun Undang-undang Dasar 1945. Dikutip dari Biografi yang disusun Direktorat Jenderal Kebudayaan, Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903.

Meski berasal dari kota kecil, Soepomo lahir dari keluarga yang terpandang di sana. Ia adalah putra pertama Raden Tumenggung Wignyodipuro, pejabat Bupati Anom Inspektur Hasil Negeri Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Baca juga: Para Tokoh di Balik Lahirnya Pancasila

Kakeknya, KRT Reksowadono, adalah Bupati Sukoharjo.

Kendati terlahir ningrat, Soepomo tak memiliki jiwa feodal seperti keluarga kepala daerah umumnya. Ia digambarkan sebagai anak yang sederhana dan rendah hati.

Berprestasi di sekolah

Sebagai anak bangsawan, Soepomo mendapat kehormatan untuk bersekolah di sekolah dasar untuk anak-anak Belanda dan bangsawan yakni Europeesche Lagere School di Solo.

Soepomo menamatkan sekolah pada 1917, di usia yang cukup muda yakni 14 tahun. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke tingkat berikutnya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang ada di Solo juga.

Baca juga: Ingat MULO dan HBS? Ini Beberapa Sekolah Umum pada Masa Hindia Belanda

Soepomo remaja menamatkan sekolah pada 1920 dengan prestasi yang gemilang. Di sekolah ini pula, Soepomo bertemu dengan Raden Ajeng Kushartati, gadis keraton yang kelak menjadi istrinya.

Selepas lulus dari MULO, Soepomo kemudian melanjutkan sekolah hukum ke Rechtscool di Jakarta pada 1920. Di Jakarta, Soepomo mulai bergaul dengan pemuda-pemuda lain yang tergabung dalam pergerakan nasional.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atletik, Cabang Olahraga Pertama di Dunia

Atletik, Cabang Olahraga Pertama di Dunia

Skola
Mengapa Kita Harus Menyapa Orang Lain?

Mengapa Kita Harus Menyapa Orang Lain?

Skola
Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

Skola
Peran Indonesia sebagai Jalur Rempah Sejak Masa Prakolonial

Peran Indonesia sebagai Jalur Rempah Sejak Masa Prakolonial

Skola
Mengapa Lalat Sulit Ditangkap?

Mengapa Lalat Sulit Ditangkap?

Skola
Kenapa 'K' Jadi Singkatan untuk Ribu?

Kenapa "K" Jadi Singkatan untuk Ribu?

Skola
Manfaat yang Diperoleh dari Bunga

Manfaat yang Diperoleh dari Bunga

Skola
Kewajiban Kita terhadap Tumbuhan

Kewajiban Kita terhadap Tumbuhan

Skola
Penyesuaian Manusia terhadap Keadaan Alam

Penyesuaian Manusia terhadap Keadaan Alam

Skola
Apa Manfaat Tumbuhan di sekitar Kita?

Apa Manfaat Tumbuhan di sekitar Kita?

Skola
Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Skola
Penyimpangan Konstitusi pada Era Orde Lama

Penyimpangan Konstitusi pada Era Orde Lama

Skola
Bagaimana Tips dan Trik Menjadi Pebisnis Mebel yang Sukses?

Bagaimana Tips dan Trik Menjadi Pebisnis Mebel yang Sukses?

Skola
Mengapa jika Membuat Batik Kuno Kekinian Harus Mengetahui Sejarahnya?

Mengapa jika Membuat Batik Kuno Kekinian Harus Mengetahui Sejarahnya?

Skola
Ceritakan Bisnis Apa yang Kamu Inginkan! Jawaban TVRI SMA

Ceritakan Bisnis Apa yang Kamu Inginkan! Jawaban TVRI SMA

Skola
komentar
Close Ads X