Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/06/2024, 13:31 WIB
Fadila Rosyada Hariri,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat merasakan ketakutan, reaksi tubuh seringkali lebih dari sekadar perasaan dalam.

Salah satu respons yang paling terlihat adalah perubahan warna kulit, di mana wajah seringkali memucat.

Baca juga: Sains Jelaskan Penyebab Orang Memiliki Fobia

Namun, apa yang menyebabkan perubahan ini? Dan mengapa tubuh bereaksi dengan cara ini?

Mengutip Science ABC, wajah Anda memucat dalam situasi berbahaya karena tubuh Anda mulai mengirimkan darah dari area non-kritis ke tempat yang paling dibutuhkan saat Anda dihadapkan pada situasi perlawanan atau lari.

Jadi, jika Anda melihat anjing mengejar Anda, wajah Anda memucat karena tubuh Anda segera mengirimkan darah ke bagian tubuh (seperti kaki dan lengan) di mana dibutuhkan untuk menghadapi ancaman langsung.

Tubuh manusia memiliki dua bentuk sistem saraf otonom: sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

Sistem saraf simpatis bertanggung jawab untuk mengatur banyak mekanisme homeostasis dalam organisme hidup, termasuk manusia.

Namun, sistem saraf simpatis lebih dikenal karena menangani respons stres hormonal dan saraf yang populer dengan sebutan respons "fight or flight" (lawan atau lari).

Meskipun sistem saraf simpatis selalu aktif pada tingkat dasar untuk menjaga homeostasis (keadaan kondisi internal tubuh yang stabil dan seimbang), proses utamanya adalah untuk merangsang respons "fight or flight" dalam tubuh.

Selain itu, ketika Anda tiba-tiba dihadapkan pada situasi berbahaya dan berpotensi berbahaya, tubuh Anda dengan cepat beralih dari mode tenang ke mode terangsang.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Fobia Menurut Sains

Oleh karena itu, mekanisme distribusi darah yang sesuai juga mulai beraksi.

Tanda-tanda paling nyata dan terlihat dari perubahan ini termasuk hilangnya warna wajah Anda, mulut Anda menjadi kering, dan bahkan tangan Anda menjadi dingin, dalam beberapa kasus.

Untuk membuat ini terjadi, sistem saraf parasimpatik mengalihkan aliran darah ke ekstremitas luar dan sementara mengurangi pasokan darah ke organ dan proses tubuh yang tidak penting untuk menghadapi ancaman tertentu tersebut.

Inilah mengapa mulut Anda menjadi kering saat Anda ketakutan, karena respons fight-or-flight memperlambat pencernaan Anda, yang membuat saliva di mulut Anda mengering.

Situasi berbahaya memicu respons fight-or-flight dalam tubuh, yang hasil langsungnya adalah pelepasan hormon adrenalin ke dalam aliran darah.

Efek hormon ini adalah peningkatan keringat, mulut kering, pupil melebar, penciuman yang lebih tajam, dan kulit pucat.

Aliran darah ke permukaan tubuh dikurangi, yang merupakan salah satu alasan utama mengapa wajah Anda memucat selama pertemuan yang gugup atau menakutkan dengan seseorang/sesuatu.

Baca juga: Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Artikel ini dibuat dengan bantuan artificial intelligence (AI). Dimohon untuk bijak memanfaatkan informasi. Jika Anda menemukan ada kesalahan informasi atau kesalahan konteks, silakan memberi tahu kami ke redaksikcm@kompas.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com