Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cheetah Terbesar di Dunia Hidup 1 Juta Tahun Lalu, Seperti Apa?

Kompas.com - 11/06/2024, 12:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peneliti menyebut kucing purba bernama Acinonyx pleistocaenicus yang punah adalah spesies cheetah terbesar yang pernah hidup.

Hal tersebut terungkap setelah para ilmuwan menganalisis fosil tengkorak kucing tersebut.

Baca juga: Studi: Hiu Purba Raksasa Megalodon Tak Sebesar yang Diperkirakan

Menurut peneliti, Acinonyx pleistocaenicus memiliki berat tiga kali cheetah modern yang hidup saat ini.

Mengutip Live Science, Kamis (6/6/2024) Acinonyx pleistocaenicus hidup menjelajahi Eurasia sekitar 1,3 juta tahun hingga 500.000 tahun yang lalu.

Dalam studi baru, peneliti menganalisis sisa-sisa tulang rahang bawah dan atas Acinonyx pleistocaenicus yang ditemukan di Gua Jinyuan di Provinsi Liaoning di timur laut China tahun 2021 dan bagian tengkorak yang ditemukan pada tahun 1930an dari sistem Gua Gua Zhoukoudian di Beijing.

Spesimen tersebut berumur sekitar 780.000 tahun yang lalu, pada masa Pleistosen (2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu).

Peneliti lantas memperkirakan berat hewan tersebut berdasarkan panjang tengkorak, tinggi gigi geraham, dan lebar struktur tulang yang menghubungkan tengkorak dan tulang belakang.

Mereka menemukan A. pleistocaenicus kemungkinan memiliki berat lebih dari 130 kilogram dan bisa mencapai 190 kilogram.

Ukuran itu jauh lebih berat daripada cheetah Afrika modern (A. jubatus), yang beratnya sekitar 34 hingga 64 kilogram.

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Kucing Purba Bertaring Pedang

Tim juga berhasil mengidentifikasi fosil A. pleistocaenicus berkat tengkorak hewan tersebut yang tinggi, berdinding tebal, dan moncong yang luar biasa lebar, serta ciri-ciri lainnya.

Kendati ukurannya jauh lebih besar, A. pleistocaenicus punya kemiripan dengan cheetah Afrika modern.

Misalnya, susunan gigi cheetah raksasa dan ruang tulang di belakang hidungnya mirip dengan yang terlihat pada cheetah modern.

A. pleistocaenicus punah sekitar 500.000 tahun yang lalu. Kematian besar-besaran cheetah ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terjadi selama Transisi Pertengahan Pleistosen.

Pada saat itu, menurut Qigao Jiangzuo, ahli paleontologi di Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing, Bumi beralih dari siklus zaman es setiap 41.000 tahun ke pola zaman es yang lebih lama dan lebih kuat setiap 100.000 tahun.

Hal tersebut menyebabkan periode dingin yang lebih lama dan intens yang diselingi oleh periode hangat yang lebih lama.

“Kami berharap penelitian kami dapat memberikan lebih banyak informasi mengenai evolusi dan penyebaran cheetah, menyoroti keberhasilan masa lalu dari garis keturunan kucing menakjubkan ini di Eurasia,” kata Jiangzuo.

Peneliti menggambarkan temuan mereka dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Review edisi 15 Mei.

Baca juga: Seperti Apa Kelelawar Purba yang Hidup di Amerika 52 Juta Tahun Lalu?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com