Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Ungkap Seperti Apa Nenek Moyang Kalajengking

Kompas.com - 28/05/2024, 06:33 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Siapa nenek moyang kalajengking, laba-laba, dan kepiting tapal kuda?

Pertanyaan yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya bukan?

Baca juga: Fosil Nenek Moyang Hiu Putih Ditemukan di Meksiko, Seperti Apa?

Pertanyaan itu ternyata mengusik peneliti untuk mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang telah membingungkan para ahli paleontologi tersebut.

Berkat identifikasi fosil yang mengisi kesenjangan antara spesies modern dan spesies periode Kambrium (505 juta tahun yang lalu), peneliti berhasil memecahkan misteri paleontologi tersebut.

Nenek moyang kalajengking

Mengutip Phys, Jumat (17/5/2024) kalajengking modern, laba-laba, dan kepiting tapal kuda termasuk dalam garis keturunan arthropoda yang muncul di Bumi hampir 540 juta tahun yang lalu.

Mereka termasuk dalam subfilum yang mencakup organisme yang dilengkapi dengan penjepit terutama untuk menggigit, mengenggam mangsa, atau menyuntikan racun. Oleh karena itu mereka dinamakan chelicerata.

Tapi seperti apa nenek moyang kelompok itu?

Ada kesulitan untuk mengetahuinya. Pasalnya mustahil untuk mengidentifikasi dengan pasti bentuk arthropoda awal yang memiliki cukup kesamaan dengan spesies modern untuk dianggap sebagai nenek moyang.

Misteri tersebut makin diperburuk dengan minimnya fosil pada periode penting antara 505 hingga 430 juta tahun lalu yang dapat membantu memudahkan penyelidikan silsilah.

Baca juga: 470 Juta Tahun Lalu, Nenek Moyang Udang Berukuran 2 Meter

Namun kini, Lorenzo Lustri dari Universitas Lausanne (UNIL) berhasil jawaban dari teka-teki nenek moyang hewan-hewan tersebut.

Ia bersama supervisornya mempelajari seratus fosil berumur 478 juta tahun dari Fezouata Shale di Maroko menggunakan pemindai sinar-X untuk merekonstruksi anatomi mereka secara detail dan dalam 3D.

Peneliti kemudian dapat mengidentifikasi serta membandingkan organisme modern dengan organisme Kambrium yang lebih kuno.

Fosil yang ditemukan melimpah di deposit tersebut berukuran antara 5 dan 10 milimeter dan kemudian diberi nama Setapedites abundantis.

Hewan tersebut memungkinkan peneliti untuk pertama kalinya menulusuri garis keturunaan seluruh garis keturunan chelicerata, mulai dari kemunculan arthropoda paling awal hingga laba-laba modern, kalajengking, dan kepiting tapal kuda.

“Awalnya, kami hanya bermaksud mendeskripsikan dan memberi nama pada fosil ini. Kami sama sekali tidak menyangka fosil ini menyimpan begitu banyak rahasia,” ungkap Lustri.

"Oleh karena itu, merupakan kejutan yang menggembirakan saat menyadari, setelah pengamatan dan analisis yang cermat, bahwa hal ini juga mengisi celah penting dalam pohon evolusi kehidupan."

Meski begitu, fosil tersebut belum mengungkap semua rahasia.

Baca juga: Ahli Sebut Nenek Moyang Mamalia seperti Kadal Gemuk Berkepala Kecil

Beberapa fitur anatominya memungkinkan pemahaman lebih dalam tentang evolusi awal kelompok chelicerate, dan bahkan mungkin menghubungkan bentuk fosil lain.

Studi ini dipublikasikan di Nature Communications.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com