Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Akan Bangun Bendungan Super di Sungai Yarlung Zangbo

Kompas.com - 07/02/2024, 18:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - China tidak hanya memiliki lebih banyak bendungan besar yang berfungsi dibandingkan negara lain di dunia, namun China juga memegang rekor pembangkit listrik tenaga air berkapasitas terbesar yang beroperasi, yakni Bendungan Tiga Ngarai di Sungai Yangtze.

Kini, China sedang dalam proses membangun bendungan super pertama di dunia, yang akan memecahkan semua rekor sebelumnya.

Tiongkok pertama kali mengumumkan pembangunan bendungan super pada tahun 2021. Bendungan ini akan dibangun di hilir Sungai Yarlung Zangbo, yang juga dikenal sebagai Sungai Brahmaputra di India, di antara kaki pegunungan Himalaya, di wilayah otonom Tibet.

Sungai ini membelah Yarlung Zangbo, ngarai terdalam di dunia yang membentang sepanjang 504,6 kilometer, hanya sedikit lebih panjang dari Grand Canyon di Amerika Serikat.

Pembangunan bendungan ini bertujuan untuk memanfaatkan sejumlah besar potensi energi yang tersimpan di sungai dan tebing di wilayah yang sangat luas ini.

Baca juga: Spesies Kadal Baru Berlidah Oranye Ditemukan di China

Secara total, pembangkit listrik ini dapat memanfaatkan tiga kali lipat jumlah pembangkit listrik tenaga air yang saat ini digunakan oleh pembangkit listrik di Bendungan Tiga Ngarai.

Pemerintah China pun telah membenarkan rencana tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu akan membantu mereka untuk mencapai puncak emisi karbon pada tahun 2030 dan netralitas karbon pada tahun 2060.

Namun, skema tersebut telah menimbulkan kontroversial di dalam dan luar negeri. Pasalnya, lebih dari 1,25 juta orang diusir dari rumah mereka selama pembangunan proyek Bendungan Tiga Ngarai, sementara banyak habitat hewan dan ekosistem alam mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Akibatnya, beberapa pihak khawatir pembangunan Bendungan Yarlung Zangbo akan menimbulkan dampak yang lebih merugikan.

Baca juga: Rahasia Tembok Besar China Berdiri Kokoh hingga Sekarang

Rumor mengenai bendungan super juga telah memicu ketegangan di antara negara-negara tetangga China. Dalam hal ini, China dan India saling berselisih terkait sumber daya air di Himalaya dan pembangunan di sepanjang Sungai Yarlung Zangbo berpotensi memperdalam perselisihan tersebut.

Sebagaimana dicatat oleh para analis politik, India dan Bangladesh berada di hilir sistem sungai dan sangat bergantung pada perairannya. Karena bendungan super berpotensi mengubah aliran dan sistem sungai secara drastis, India khawatir pasokan air di negara mereka akan dibatasi.

Seorang narasumber dari Kementerian Sumber Daya Air di India mengatakan bahwa pihaknya pun berencana membangun proyek 10 gigawatt di anak sungai Brahmaputra untuk mengatasi dampak pembangunan bendungan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com