Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/09/2023, 08:02 WIB
Sarah Adhira Rahmah,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang umum digunakan masyarakat Asia untuk memasak, tak terkecuali di Indonesia.

Penggunaan minyak goreng dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masak. Biasanya, minyak goreng dapat digunakan untuk beberapa kali proses memasak.

Akan tetapi, penggunaan ulang minyak goreng harus memerhatikan kondisi minyak. Ketika minyak sudah berwarna gelap, sebaiknya minyak tidak digunakan lagi untuk memasak karena rasa, aroma, dan kualitas minyak sudah berubah.

Namun, saat minyak masih terlihat jernih dan tidak berbau, minyak masih dapat disimpan untuk digunakan kembali.

Penyimpanan minyak goreng yang tepat

Dilansir dari laman resmi United States Department of Agriculture (USDA), Senin (18/9/2023), minyak goreng yang akan digunakan ulang harus disimpan dalam wadah bersih yang tertutup rapat, kering, dan tidak terkena sinar.

Baca juga: Apa Manfaat Minyak Goreng?

Mengapa diperlukan wadah tertutup saat menyimpan minyak goreng?

Minyak goreng merupakan minyak yang umumnya terbuat dari ekstrak minyak tanaman, seperti sawit, kelapa, zaitun, ataupun jagung.

Selain itu, minyak goreng mengandung berbagai campuran asam lemak yang kompleks. Adapun senyawa asam lemak paling sederhananya bernama triasilgliserol, dikutip dari buku Lehninger’s Principles of Biochemistry Sixth Edition (2013), David L. Nelson.

Triasilgliserol dapat berubah jika terkena udara. Senyawa asam lemak ini bisa rusak sehingga basi dan berbau. Kerusakan senyawa asam lemak ini terjadi karena reaksi oksidasi dengan oksigen yang ada di udara.

Senyawa triasilgliserol yang teroksidasi bisa menghasilkan zat kimia berjenis aldehida dan asam karboksilat. Kedua zat ini memiliki ciri khas berupa bau yang tidak sedap, dan mudah menguap. Ciri-ciri inilah yang menjadi tanda bahwa kualitas minyak goreng sudah berkurang.

Baca juga: Viral Cek Minyak Goreng Bekas dan Baru, Bagaimana Cara Mudahnya?

 

Oleh karena itu, minyak goreng harus disimpan dalam wadah tertutup guna mengurangi paparan udara dan menjaga kualitas minyak goreng.

Cara lain menyimpan minyak goreng

Dalam buku yang sama, Nelson menyebutkan bahwa terdapat cara alternatif menyimpan minyak goreng sehingga bisa bertahan lebih lama.

Salah satunya adalah metode hidrogenasi parsial yang umum digunakan oleh produsen minyak goreng dari tumbuhan.

Metode hidrogenasi parsial dapat meningkatkan titik leleh minyak goreng sehingga minyak lebih stabil kualitasnya dan bisa disimpan lebih lama.

Metode ini bekerja melalui pengubahan ikatan rangkap pada molekul asam lemak menjadi ikatan tunggal sehingga minyak akan berubah menjadi lemak dan berbentuk padat pada suhu ruang.

Salah satu bahan pangan yang diproduksi menggunakan cara ini adalah margarin.

Baca juga: Minyak Goreng Curah Dilarang, Pilih Alternatifnya yang Lebih Sehat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com