Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Mamalia Laut yang Bisa Menyelam Paling Dalam?

Kompas.com - 08/08/2023, 08:00 WIB
Monika Novena,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mamalia laut seperti paus dan anjing laut membutuhkan tubuh yang sangat spesial untuk menyelam jauh di bawah gelombang dan menahan tekanan laut dalam yang menghancurkan.

Mamalia laut tersebut memiliki tubuh yang spesial dan dapat membantu mereka bertahan hidup di lingkungan air tanpa oksigen untuk waktu yang lama.

Kendati demikian, mamalia laut tidak seperti ikan, mereka hanya bisa mendapatkan oksigen dengan menghirup udara di permukaan laut.

Akan tetapi, di antara mamalia yang ada di muka Bumi ini, mana kah yang bisa menyelam paling dalam?

Mamalia menyelam paling dalam

Dikutip dari Science Alert, Senin (7/8/2023) gelar mamalia laut yang bisa menyelam paling dalam dipegang oleh paus berparuh Cuvier (Ziphius cavirostris), paus berukuran sedang yang hidup di perairan beriklim sedang dan tropis di seluruh dunia.

Pada tahun 2010 lalu, peneliti memasang pelacak satelit ke hewan laut yang juga dikenal dengan nama paus berparuh angsa tersebut di lepas pantai California untuk merekam pergerakan mereka.

Baca juga: Apakah Beruang Madu Bisa Berdiri Tegak Seperti Manusia?

Hasil alat pelacakan itu mengungkap kemampuan menyelam mamalia laut yang menakjubkan.

Salah satu dari delapan paus yang mereka tandai mampu menyelam sedalam 2.992 meter, setara denggan sekitar 32 kali Patung Liberty.

Terlebih lagi, paus bisa menyelam dalam waktu yang lama. Ada yang bertahan di bawah air selama lebih dari 2 jam.

Pada tahun 2020, Nicola Quick, seorang ilmuwan kelautan di Duke University di North Carolina dan rekan-rekannya menyaksikan rekor baru.

Mereka menemukan paus berparuh Cuvier atau paus berparuh angsa mampu bertahan di bawah air selama 3 jam 42 menit.

Hasil itu didapat dari penelitian mereka dan mungkin merupakan batas menyelam spesies mamalia laut tersebut.

Mamalia yang menyelam dalam waktu yang lama

Quick mencatat tiga hal yang memungkinkan mamalia laut seperti paus berparuh angsa ini dapat melakukan penyelaman yang begitu lama.

Baca juga: Apakah Anjing Bisa Menangis?

Ilustrasi paus bungkuk berenang di permukaan laut. Paus adalah mamalia terbesar di lautan, mereka memiliki cara tidur yang unik dari kebanyakan spesies.SHUTTERSTOCK/Craig Lambert Photography Ilustrasi paus bungkuk berenang di permukaan laut. Paus adalah mamalia terbesar di lautan, mereka memiliki cara tidur yang unik dari kebanyakan spesies.

Pertama, darah mereka memiliki konsentrasi protein mioglobin dan hemoglobin yang tinggi, memungkinkan mereka menyimpan banyak oksigen.

Paus juga dapat membatasi berapa banyak darah yang mengalir ke bagian luar tubuh untuk memastikan organ vital mendapatkan oksigen yang cukup.

Kedua, paus memiliki metabolisme yang lambat sehingga mereka tidak menggunakan semua oksigennya sekaligus.

Dan untuk membantu menghemat energi, hewan-hewan itu tampaknya banyak meluncur saat berenang.

Terakhir, paus mungkin membutuhkan cara untuk dengan cepat menahan asam laktat yang diproduksi otot mereka saat berenang. Meski Quick mengatakan tidak jelas bagaimana mereka melakukan ini.

Baca juga: Apakah Megalodon Masih Hidup sampai Sekarang?

Mamalia penyelam dalam juga harus mampu menahan tekanan yang dialami saat berada ribuan meter di bawah air.

Sehingga mamalia penyelam dalam hal ini memiliki kemampuan untuk meratakan paru-parunya saat menyelam untuk mengurangi jumlah ruang udara yang harus buka di bawah tekanan.

Para ilmuwan percaya, paus berparuh Cuvier mencari makan saat mereka menyelam, tetapi para peneliti tidak tahu pasti apa yang mereka makan di kedalaman laut itu.

Satu penelitian di tahun 2017 menyatakan mereka kebanyakan memakan cumi-cumi.

Sementara itu, mamalia laut lain juga bisa menyelam jauh di bawah permukaan laut.

Seperti misalnya anjing laut gajah selatan (Mirounga leonina), ditemukan mampu menyelam hingga kedalaman 2000 m.

Baca juga: Apakah Hiu Putih Besar Tertarik Memangsa Manusia?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com