Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/07/2023, 09:30 WIB
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Penulis

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Planet seukuran Neptunus yang ditemukan pertama kali tahun 2020, menarik perhatian para astronom untuk diamati lebih rinci.

Menariknya, astronom menemukan bahwa planet extrasurya itu dihujani logam titanium. Mereka menilai bahwa exoplanet tersebut merupakan planet paling reflektif yang pernah diamati di luar Tata Surya.

Hasil pengamatan terbaru dari teleskop antariksa Cheops milik Eropa, menunjukkan bahwa planet ini sangat terang.

Dilansir dari Phys, Selasa (11/7/2023), planet tersebut berjarak lebih dari 260 tahun cahaya dari Bumi dan memantulkan 80 persen cahaya dari bintang induknya.

Kecerahan cahaya yang dipantulkan planet seukuran Neptunus ini menjadikannya sebagai planet pertama yang memiliki kecemerlangan yang sebanding dengan Venus.

Venus adalah objek paling terang di langit malam selain Bulan, di dalam sistem Tata Surya kita.

Baca juga: Seperti Apa Planet Mirip Bumi yang Dipenuhi Gunung Berapi?

Exoplanet ini dinamai LTT9779b. Planet seukuran Neptunus ini mengorbit pada bintang induknya hanya dalam waktu 19 jam.

Jaraknya yang sangat dekat, membuat sisi planet yang menghadap bintangnya memiliki suhu 2.000 derajat Celsius, sehingga kondisi ini membuatnya dianggap terlalu panas untuk dapat membentuk awan.

Namun, berdasarkan pengamatan, tampaknya planet LTT9779b memiliki awan.

"Ini benar-benar sebuah teka-teki," kata Vivien Parmentier, peneliti di Observatorium Cote d'Azur, Perancis dan salah satu penulis studi baru di jurnal Astronomy and Astrophysics.

Para peneliti menyadari bahwa sangat penting untuk mempertimbangkan bagaimana pembentukan awan dapat terjadi dalam lingkungan exoplanet LTT9779b.

Parmentier menggambarkan pembentukan awan di planet tersebut seperti air panas yang mengepul di kamar mandi, dengan aliran logam dan silikat yang panas, memenuhi atmosfer LTT9779b hingga terbentuk awan logam.

Baca juga: Seperti Apa Penampakan Satelit Terkecil Planet Mars?

 

Awan logam planet ini seperti cermin

LTT9779b, planet yang berukuran lima kali lebih besar dari Bumi ini juga sebuah anomali.

Satu-satunya exoplanet yang mengorbit bintang induknya dalam waktu kurang dari 24 jam, yang pernah ditemukan adalah sebuah planet gas raksasa yang berukuran 10 kali lebih besar dari Bumi atau planet batuan yang ukurannya separuh dari Bumi.

Akan tetapi, LTT9779b menjadi exoplanet yang berada di area yang disebut sebagai 'gurun Neptunus', yakni tempat di mana planet0planet seukurannya yang seharusnya tidak ditemukan.

"Ini adalah planet yang seharusnya tidak ada. Kami menduga planet seperti ini atmosfernya telah dihempaskan oleh bintangnya dan menyisakan batuan kosong," kata Parmentier.

Menurut ilmuwan proyek Cheops dari Badan Antariksa Eropa, Maximilian Guenther, awan logam di planet ini "bertindak seperti cermin," yang memantulkan cahaya dan mencegah atmosfernya tertiup angin.

"Ini seperti perisai, seperti di film-film Star Trek di mana mereka memiliki perisai di sekitar kapal mereka," katanya kepada AFP.

Baca juga: Seperti Apa Simulasi Tinggal di Mars Selama Setahun?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com