Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/06/2023, 11:00 WIB
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Penulis

Sumber PHYSORG


KOMPAS.com - Para ahli biologi kelautan menemukan virus purba belum lama ini. Menariknya, virus RNA tersebut ditemukan pada DNA organisme simbiotik yang hidup di dalam karang pembentuk terumbu.

Dilansir dari Phys, Sabtu (3/5/2023), fragmen RNA pada virus purba tersebut diketahui menginfeksi organisme simbion sejak 160 juta tahun yang lalu.

Penemuan virus purba tersebut telah dijelaskan dalam makalah studi yang dipublikasikan minggu ini di jurnal Communication Biology, yang dapat diakses secara terbuka.

Temuan studi tentang virus purba ini pun disebut dapat membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana karang dan organisme simbionnya dapat melawan infeksi virus saat ini.

Lantas, bagaimana bisa ada virus purba dalam DNA organisme karang berusia jutaan tahun?

Kendati demikian, para peneliti mengatakan bahwa ini adalah penemuan yang mengejutkan. Pasalnya, sebagian besar virus RNA tidak diketahui bahwa mereka dapat menanamkan diri dalam DNA organisme yang mereka infeksi.

Studi ini pun menunjukkan bahwa elemen virus endogen atau EVE, muncul secara luas dalam genom simbion karang.

Baca juga: Virus NeoCov Diklaim Ilmuwan China Varian Covid Baru, Virus Apa Itu?

 

Organisme, di mana virus purba itu ditemukan dikenal sebagai dinoflagellata, yakni alga bersel tunggal yang hidup di dalam karang dan memberi mereka warna dramatis.

Penemuan EVE menggarisbawah pengamatan baru-baru ini, bahwa virus, selain retrovirus, dapat mengintegrasikan fragmen kode genetiknya ke dalam genom inangnya.

Menurut Adrienne Correa dari Rice University, rekan penulis studi, penyebab terjadinya hal ini, bisa saja karena kecelakaan.

"Kecelakaan ini lebih sering daripada yang diyakini para ilmuwan sebelumnya, dan mereka telah ditemukan pada semua jenis inang, dari kelelawar, semut, tanaman hingga alga," jelas Correa.

Kejutan lainnya dari studi ini adalah ditemukannya virus RNA di dalam organisme simbion karang.

"Ini adalah proyek yang menarik bagi saya. Benar-benar tidak ada alasan, berdasarkan apa yang kita ketahui, virus ini ada di dalam genom simbion," imbuh Alex Veglia, penulis studi yang juga seorang mahasiswa pascasarjana di kelompok riset Correa.

Baca juga: Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

 

Virus purba di dalam DNA simbion karang

Penemuan virus purba dalam DNA organisme laut ini pun menjadi kesempatan yang sangat baik bagi para ilmuwan.

Pasalnya, studi ini memberikan petunjuk yang dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami dampak ekologis dan ekonomi dari virus terhadap kesehatan terumbu karang.

Halaman:
Sumber PHYSORG
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com