Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertama Kali, Teleskop James Webb Deteksi Air di Komet Langka

Kompas.com - 17/05/2023, 08:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Sumber CNN

KOMPAS.com - Astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk mengamati komet langka di Tata Surya kita.

Selain membuat terobosan ilmiah, teleskop rupanya berhasil mengungkap hal lain yang di luar dugaan.

Baca juga: 7 Fakta Menakjubkan tentang Air di Bumi

Untuk pertama kalinya, teleskop luar angkasa itu mendeteksi air di Comet Read, salah satu komet sabuk utama atau komet yang terletak di sabuk asteroid utama antara orbit Mars dan Jupiter.

Penemuan ini terjadi setelah 15 tahun upaya para astronom menggunakan metode pengamatan yang berbeda.

Asal komet

Mengutip CNN, Selasa (16/5/2023) komet biasanya ada di Sabuk Kuiper dan Awan Oort, daerah es di luar orbit Neptunus yang dapat mengawetkan beberapa bahan beku yang tersisa dari pembentukan Tata Surya.

Baca juga: Bagaimana Proses Pembentukan Ekor Komet?

Komet menjelajah pada orbit panjang berbentuk oval mengelilingi Matahari yang bisa memakan waktu ribuan tahun dan memiliki ekor mengalir yang berkembang saat benda dingin kadang-kadang lewat dekat Matahari.

Penampilannya yang kabur dan material ekornya membedakan komet dengan asteroid.

Tetapi ada subkelas komet langka yang disebut komet sabuk utama. Objek tersebut memiliki orbit melingkar mengelilingi Matahari yang secara berkala menunjukkan perilaku seperti komet pada umumnya.

Mengingat lokasinya di Tata Surya bagian adalam yang hangat dan lebih dekat ke Matahari daripada komet pada umumnya, komet sabuk utama diperkirakan tidak akan menyimpan banyak es hingga sekarang. Namun temuan terbaru justru menemukan sebaliknya.

Lebih lanjut, temuan ini pun dapat menambah lebih banyak bukti mengenai teori tentang bagaimana air menjadi sumber daya yang melimpah di Bumi pada awal sejarahnya. Di mana komet dan asteroid kaya air mungkin bertabrakan dengan Bumi purba dan mengirimkan air ke planet.

"Dunia kita yang dipenuhi air, penuh dengan kehidupan dan unik adalah suatu misteri. Kita tidak yakin bagaimana semua air ini sampai di sini," kata Stefanie Milam, wakil ilmuwan proyek James Webb di Goddard Space Flight Center NASA.

Dan memahami sejarah distribusi air di Tata Surya akan membantu untuk memahami sistem planet lain.

Baca juga: Tanda-tanda Air di Mars Ditemukan Penjelajah China

Komet langka

Komet sabuk utama sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 2006 oleh Henry Hsieh, ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona. Comet Read adalah salah satunya.

Data akurat yang dikumpulkan kemudian membantu para astronom untuk menentukan jejak uap air di sekitar Comet Read tak lama setelah jaraknya dekat dengan Matahari.

"Dengan pengamatan Webb terhadap Comet Read, kami sekarang dapat menunjukkan bahwa es air dari Tata Surya awal dapat terawetkan di sabuk asteroid," ungkap Michael Kelley, astronom dan ilmuwan riset utama di University of Maryland di College Park.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com