Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/02/2023, 19:00 WIB
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Penulis


KOMPAS.com - Melihat fenomena bintang jatuh seringkali dianggap sebagai keberuntungan, karena momen ini kerap diyakini dapat mengabulkan harapan.

Bintang jatuh memang sering dianggap sebagai fenomena yang langka, sehingga banyak berkembang mitos yang mengaitkan hal ini sebagai saat yang tepat untuk berdoa dan meminta harapan supaya dikabulkan.

Bahkan, fenomena ini kerap dijadikan inspirasi cerita untuk karya-karya fiksi seperti novel atau naskah drama dan film.

Kendati demikian, apa sebenarnya fenomena bintang jatuh itu?

Di antara mitos tentang bintang jatuh, sering kali fenomena tersebut dihubungkan dengan jatuhnya bintang dari langit. Ditandai garis-garis cahaya di langit malam yang mengagumkan.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Gerhana Bulan Total?

Padahal sebenarnya, dilansir dari NASA StarChild, Selasa (28/2/2023) bintang jatuh adalah serpihan kecil debut dan batu yang disebut meteoroid yang jatuh ke atmosfer Bumi dan terbakar.

Jejak cahayanya berumur pendek yang dihasilkan dari proses pembakaran meteoroid saat memasuki atmosfer Bumi yang disebut meteor.

Meteor yang jatuh memang sering disebut bintang, jika terdapat bagian dari meteoroid yang bertahan atau sisa batuan luar angkasa ini masih ada meski telah terbakar di atmosfer lalu jatuh ke Bumi, maka benda itu pun disebut dengan meteorit.

Seberapa langka fenomena bintang jatuh terjadi?

Mitos bintang jatuh telah menjadi bagian dari budaya banyak masyarakat di dunia. Banyak di antara mereka yang berharap pada bintang jatuh dan meyakini bahwa keinginan itu akan terkabul.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Bulan Bercincin yang Disebut Halo?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com