Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Racun Kalajengking Jadi Cairan Termahal di Dunia, Apa Fungsinya?

Kompas.com - 06/02/2023, 16:05 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Alam telah menjadi inspirasi bagi manusia dalam segala hal mulai dari teknologi hingga obat-obatan.

Dan salah satu bahan yang jadi bahan studi para peneliti hingga kini adalah racun kalajengking.

Baca juga: Sejumlah Fakta Kalajengking, dari Makan Pasangan hingga Gendong Bayi

Racun kalajengking diketahui kaya akan protein, peptida, dan senyawa molekuler yang memiliki kemampuan untuk memblokir atau mengatur ulang saluran ion dalam tubuh.

Racun kalajengking pun dianggap sebagai kandidat yang menjanjikan untuk obat turunan racun.

Pemanfaatan racun kalengking seperti dikutip dari IFL Science, Senin (6/2/2023) dalam obat-obatan pun dapat bervariasi tergantung pada saluran ion spesifik yang dipengaruhinya.

Misalnya yang bekerja pada saluran natrium diketahui menjajikan dalam pengelokaan epilepsi pada model tikus.

Sedangkan racun kalajengking yang memengaruhi saluran kalium sedang diselidiki untuk pengobatan penyakit autoimun dan multiple sclerosis.

Baca juga: 8 Fakta Kalajengking, Telah Ada di Bumi Sebelum Dinosaurus

Dengan pemanfaatnya yang memiliki aplikasi luas dalam pengobatan, racun kalajengking dianggap bernilai dalam penelitian ilmiah. Tak heran juga beberapa orang menyebut bahwa racun yang di hasilkan oleh Arachnida ini merupakan 'emas cair'.

Contohnya saja bisa yang dihasilkan oleh Deathstalker, salah satu kalajengking paling berbahaya di planet ini. Racun kalajengking itu dihargai $ 39 juta per galon (3 liter).

Tapi bahkan jika seseorang punya uang sebanyak itu, tidak akan mudah untuk mendapatkannya. Anda hanya bisa mendapatkannya dalam jumlah sangat kecil dan dihargai $130-$200 untuk satu tetes yang lebih kecil dari sebutir gula.

Dilansir dari Insider, alasannya cukup sederhana. Racun kalajengking sulit didapat. Bisa kalajengking dihasilkan dengan melakukan pemerahan satu persatu. Dan satu kalajengking menghasilkan paling banyak hanya dua miligram racun.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Disengat Kalajengking

Jadi bayangkan saja, Anda harus mengambil racun sebanyak 2,64 juta kali untuk mengisi penuh satu galon. Belum lagi risiko sengatan yang akan menyakitkan saat melakukan proses pemerahan.

Selain itu bukan hal yang mudah bagi para kalajengking untuk memproduksi bisa-bisanya itu. Mereka harus menggunakan tenaga ektra.

"Kalajengking harus meningkatkan metabolismenya secara luar biasa untuk menghasilkan racun. Bagi mereka ini seperti lari maraton. Dibutuhkan banyak usaha untuk membuatnya," ungkap Dr Arie van der Meijden dari Institut CIBIO-InBIO di Portugal.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com