Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 27/12/2022, 08:00 WIB


KOMPAS.com - Otak manusia adalah organ yang paling misterius yang selalu menarik minat para peneliti. Belum lama ini, sebuah studi mengungkapkan bagaimana otak menyaring semua kejadian selama kita tidur.

Studi ini menunjukkan bagaimana otak menciptakan memori motorik selama kita tidur, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi apa yang kita lakukan di bawah sadar.

Dilansir dari Medical Xpress, Senin (26/12/2022), para peneliti di University of California (UC) San Francisco (UCSF) telah menunjukkan bagaimana memori motorik dikonsolidasikan selama tidur.

Yakni pada saat otak memproses pembelajaran di hari itu untuk membuat tindakan fisik untuk melakukan sesuatu di bawah sadar.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature pada 14 Desember 2022 itu, otak melakukan konsolidasi tersebut . Hal ini disampaikan peneliti setelah meninjau percobaan dan kesalahan dari tindakan tertentu.

Baca juga: Otak Manusia Ternyata Lebih Rapuh dari Busa Polistiren

Karunesh Ganguly, MD, Ph.D., seorang profesor neurologi dan anggota UCSF Weill Institute for Neurosciences mengatakan memori motorik yang diciptakan otak bukan tentang kinerja yang sempurna.

"Ini tentang kesalahan yang dapat diprediksi dan keberhasilan yang dapat diprediksi. Selama kesalahan tersebut stabil dari hari ke hari, maka otak akan berkata 'Mari kita kunci memori ini'," kata Ganguly.

Ganguly dan timnya menemukan bahwa proses "penguncian" melibatkan beberapa komunikasi kompleks yang mengejutkan antara berbagai bagian otak, dan itu terjadi selama tidur nyenyak yang dikenal sebagai tidur non-REM.

Oleh karena itu, Ganguly menegaskan, efek tidur pada otak yang sangat penting, karena otak sadar bahwa kita cenderung berfokus pada kegagalan.

Ganguly sebelumnya mengidentifikasi gelombang otak terkait tidur yang dapat mempengaruhi retensi keterampilan.

"Selama tidur, otak mampu menyaring semua kejadian yang diambil dan menampilkan pola yang berhasil," katanya

Baca juga: Dampak Trauma pada Otak Manusia, Begini Penelitiannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+