Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 19:02 WIB


KOMPAS.com - Diva dunia, Celine Dion harus menunda beberapa jadwal tur Eropa, setelah ia didiagnosis mengalami sindrom penyakit langka, stiff-person syndrome.

Penyakit ini merupakan gangguan neurologis atau saraf yang langka, yang tidak memungkinkan pelantun My Heart Will Go On itu untuk bernyanyi seperti dulu, dikutip dari CNN, Jumat (9/12/2022).

Lantas, apa itu stiff-person syndrome?

Stiff person syndrome adalah kondisi neurologis langka yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mendiagnosis dan penyesuaian pengobatan.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, penyakit langka ini ditandai dengan kekakuan dan kejang otot, kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan seperti suara dan cahaya, serta tekanan emosional yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami kejang otot.

“(Sindrom penyakit ini) sering dikaitkan dengan kejang otot, yang bisa sangat parah. Ini dapat menyebabkan jatuh, sakit parah, dan kecacatan yang signifikan, ” kata Dr. Emile Sami Moukheiber dari Stiff Person Syndrome Center di Johns Hopkins Medicine, dilansir dari CNN.

Baca juga: Ruben Onsu Mengidap Empty Sella Syndrome, Penyakit Apa Itu?

Celine Dion dalam sebuah pemaparan, mengungkapkan tentang penyakit langka, stiff-person syndrome yang dialaminya membuatnya kejang, yang seringkali memengaruhi setiap aktivitasnya.

Menurut Emile Sami Moukheiber, orang yang jatuh karena kejang yang parah sangat umum terjadi. Kejang tersebut biasanya dipicu oleh keterkejutan, emosi yang parah atau cuaca dingin.

Kejang ini bisa cukup kuat untuk mematahkan tulang, dan setiap jatuh dapat menyebabkan cedera parah.

Dikutip dari Cleveland Clinic, stiff person syndrom adalah kelainan gerakan autoimun langka yang memengaruhi sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsum tulang belakang.

Orang dengan kondisi tersebut, pertama-tama akan mengalami kekakuan otot-otot tubuh dari waktu ke waktu, diikuti dengan perkembangan kekakuan pada kaki dan otot-otot lain dalam tubuh.

Stiff-person syndrome ini juga dikenal dengan Moersch-Woltman syndrome, yang mana penyakit langka tersebut juga dapat menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan terjadi secara acak, yang bisa dipicu oleh kebisingan, tekanan emosional atau sentuhan fisik ringan.

Baca juga: Mengenal Sleeping Beauty Syndrome Bikin Tidur Lama, Ini Gejalanya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+