Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/11/2022, 21:30 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Angsa dikenal dengan keanggunannya dan ketenangannya. Tubuhnya yang besar dengan leher panjang ramping membentuk tanda cinta, membuat angsa menjadi unggas air yang indah dilihat.

Namun tahukah Anda, faktanya angsa adalah hewan yang memiliki potensi berbahaya.

Angsa bisa agresif

Angsa bisa menjadi agresif jika Anda berada terlalu dekat dengan sarangnya dan tempat anak-anaknya berada.

Apalagi begitu telur mereka menetas, angsa menjadi sangat protektif, mereka akan tetap dekat dengan keluarganya dan melindungi mereka dari bahaya apa pun.

Cara terbaik menghindari serangan angsa adalah menjauh dari sarang mereka, yang sering terletak di sepanjang tepi sungai.

Baca juga: Ahli Ungkap Fosil Angsa Tertua yang Pernah Ditemukan, Seperti Apa?

Apakah Angsa Menyerang Manusia?

Biasanya, angsa tidak menyerang manusia, tetapi terjadi secara sporadis. Dalam 90% kasus, angsa menyerang untuk membela diri untuk melindungi sarangnya ketika seseorang terlalu dekat dengan sarangnya, sehingga dianggap akan menyerang wilayah mereka.

Angsa adalah burung semi-akuatik besar yang tidak terlalu takut pada manusia, terutama jika mereka merasa harus mempertahankan diri.

Dalam penyerangan, angsa berpotensi melukai seseorang, namun sebagian besar serangan angsa pada manusia berakhir dengan cedera ringan atau tanpa cedera.

Selain itu, angsa bukanlah pemangsa, jadi mereka akan tetap tenang jika Anda tidak mendekati wilayahnya. Yang terbaik adalah mengagumi burung-burung cantik ini dari kejauhan.

Baca juga: Setia dengan Pasangannya, Angsa Kanada Hanya Kawin Sekali Seumur Hidup

Apa yang harus dilakukan jika Angsa Menyerang?

Angsa siap menyerang siapa pun yang terlihat sebagai penyusup termasuk mamalia darat, unggas liar, dan manusia.

Mereka akan berenang dengan cepat, mengeluarkan suara khasnya dan mendesis, dengan mengangkat sayapnya.

Pasalnya, angsa lebih sering menggunakan kekuatan sayapnya untuk menyerang ketimbang menggunakan paruh mereka. Angsa juga akan melindungi anak-anak mereka secara berpasangan.

Tanda-tanda angsa akan menyerang meliputi:

- Leher melengkung ke belakang

- Mengangkat sayap di tengah jalan

- Mendesis keras

- Membuat gerakan maju yang agresif menggunakan kedua kaki

Jika Anda telah mengidentifikasi semua tanda agresi di atas dan Anda curiga ada angsa yang akan menyerang Anda, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah melarikan diri.

Meski naluri pertama Anda adalah melarikan diri dari bahaya, jangan pernah melakukan ini di bawah serangan angsa. Mereka akan menganggapnya sebagai tanda agresi.

Sebaliknya, mundur perlahan, dan jika angsa memukul Anda dengan sayapnya, satukan kedua tangan Anda di atas kepala untuk membuat diri Anda terlihat lebih besar dan balas mendesis.

Anda juga dapat menghentakkan kaki ke depan dalam langkah-langkah kecil untuk mengintimidasinya. Sambil melakukan itu, berjalanlah mundur perlahan.

Anda mungkin berada di dekat sarangnya, dan cara terbaik untuk meredakan situasi ini adalah keluar dari sana.

Jika Anda terluka karena pukulan sayap angsa, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca juga: Mengenal Angsa, Hewan yang Dikenal Anggun dan Tenang

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com