Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/11/2022, 19:02 WIB


KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 sejak 2020 telah mendorong peningkatan riset, khususnya di bidang kesehatan di Indonesia, terutama dalam mengusung pentingnya penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam mencegah penyakit menular.

"Pandemi Covid-19 membuka pandangan kita semua akan pentingnya PHBS serta menjaga protokol kesehatan. Data BPS menunjukkan 1 dari 4 orang Indonesia tidak memiliki akses ke fasilitas cuci tangan dasar, dan hanya separuh fasilitas publik yang memiliki fasilitas CTPS yang berfungsi," ungkap Budi saat memberikan sambutan dalam program Indonesia MIRAH (Medical Innovation Research in Health) 2022, Sabtu (12/11/2022).

Menkes mengatakan bahwa pemerintah telah mengintegrasikan PHBS sebagai bagian dari sanitasi total berbasis masyarakat serta GERMAS, sebagai salah satu prioritas dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan 2030.

Budi Gunadi juga berharap bahwa ketahanan kesehatan di Indonesia dapat meningkat melalui riset dan inovasi.

Dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes, Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan pentingnya kehadiran riset dan penelitian dalam membangun ketahanan sektor kesehatan di Indonesia.

Baca juga: Mencegah Penyebaran Cacar Monyet dengan Riset, Ini Penjelasan BRIN

Menurutnya, berbagai penelitian atau riset kesehatan yang dilakukan yakni menegaskan tentang bagaimana perubahan perilaku masyarakat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular.

"Inilah mengapa, riset dan inovasi terkait PHBS penting untuk terus diperbaharui sehingga masyarakat dapat terus terinformasi dan teredukasi terkait urgensi penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, guna mencegah penyebaran berbagai penyakit berbahaya," ujar Slamet.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si, juga menegaskan pentingnya membangun minat riset dan penelitian khususnya di bidang kesehatan.

Prof Indi mengatakan bahwa jumlah peneliti di Indonesia, khususnya terkait kesehatan masih tergolong rendah. Global Innovation Index menempatkan Indonesia di urutan ke 87 dari 132 negara.

"Padahal, kebutuhan akan riset dan inovasi di bidang kesehatan sangatlah dibutuhkan khususnya dalam membangun ketahanan sektor kesehatan pasca pandemi, mengingat berbagai kebijakan akan tepat diputuskan jika berlandaskan pada suatu penelitian," jelas Prof Indi.

 

Baca juga: Kemenkes: Riset Vaksin Covid-19 dapat Kurangi Risiko Kematian Pasien

 

Riset kesehatan tentang penerapan PHBS

Mendorong lebih banyak peneliti, terutama di bidang kesehatan Unilever Indonesia bersama Lembaga Riset IDI kembali menggelar program Indonesia MIRAh 2022.

Tahun kedua penyelenggaraan kegiatan ini telah berhasil menjaring lebih banyak proposal penelitian dan karya tulis ilmiah di bidang kesehatan.

Mengangkat tema "Pembangunan Berkelanjutan pada Penanganan di Bidang Kesehatan Pasca Pandemi", program ini menekankan pada urgensi penerapan PHBS di tengah masyarakat.

Direktur Personal Care Unilever Indonesia, Ainul Yaqin mengatakan bahwa riset dan penelitian mendalam menjadi pondasi dari lahirnya berbagai inovasi, tak terkecuali di bidang kesehatan.

Baca juga: Riset Potensi Bencana, Ini Saran BMKG untuk Pemerintah Daerah

"Semangat riset dan inovasi pulalah yang menjadi landasan kami dalam menghadirkan rangkaian produk dan inisiatif yang dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini selaras dengan The Unilever Compass - yang merupakan strategi besar kami dalam menjalankan bisnis sekaligus memberi manfaat kepada masyarakat, di tempat dimana kami beroperasi. Kolaborasi Unilever bersama Lembaga Riset IDI melalui Indonesia MIRAH juga menjadi salah satu manifestasi dari strategi tersebut," jelasnya.

Direktur Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed., PhD, menambahkan antusiasme peserta yang mengikuti program ini meningkat dua kali lipat.

Menariknya, kata dia, proposal penelitian yang diajukan sangat beragam dan banyak di antaranya yang juga fokus pada pentingnya penerapan PHBS dalam upaya mencegah penularan berbagai penyakit berbahaya.

Beberapa ide penelitian peserta terkait edukasi mencuci tangan pada anak melalui storytelling, pemanfaatan sabun mandi tanpa bilas berbahan lidah buaya dan kemangi untuk mencegah infeksi di pengungsian, hingga pengaruh latihan submaksimal terhadap memori kerja orang dewasa yang sehat.

Baca juga: 2 Riset Covid-19, Salah Satunya Ibu Hamil yang Divaksin mRNA Menurunkan Antibodi ke Bayi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+