Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/11/2022, 17:02 WIB


KOMPAS.com - Saat hujan deras Rabu (9/11/2022) melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, fenomena microburst diabadikan dalam sebuah video dan ramai di media sosial.

Ternyata, fenomena alam tersebut bisa berdampak merusak terutama di lokasi terjadinya microburst.

Fenomena microburst adalah pola angin kencang yang turun dari awan hujan atau cumulonimbus (Cb), yang menghantam tanah dan menyebar secara horizontal.

Dikutip dari Britannica, Kamis (10/11/2022), fenomena ini umumnya berumur pendek atau hanya berlangsung sebentar, antara 5 menit hingga 15 menit.

Kendati sering dikaitkan dengan perubahan angin karena cuaca ekstrem seperti hujan deras, namun fenomena microburst juga bisa terjadi di luar kondisi tersebut.

Dilansir dari National Weather Service, microburst yang berukuran kecil, yakni kurang dari 4 Km, dapat berlangsung hanya sekitar 5-10 menit, dengan kecepatan angin maksimum melebihi 100 mph.

Baca juga: Fenomena Apa Itu Microburst yang Terjadi Saat Hujan Deras?

Terjadinya fenomena microburst akibat perkembangan badai petir dan hujan atau hujan es yang tertahan di dalam aliran udara ke atas.

Saat fenomena microburst ini terjadi dengan ditandai seperti hujan deras mengucur seolah seperti air terjun turun dari langit, lalu menghantam tanah, maka ia akan menyebar ke segala arah.

Lokasi di mana fenomena microburst ini terjadi, yakni saat pertama kali menghantam tanah, wilayah itu akan mengalami angin kencang dan dapat juga menyebabkan kerusakan besar.

Kecepatan angin dalam ledakan bom hujan atau microburst ini dapat mencapai 100 mph, atau bahkan lebih tinggi. Kecepatan tersebut bahkan dapat setara dengan kecepatan angin tornado EF-1.

Angin topan yang sangat tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah dan bangunan lain, serta membuat ratusan pohon rata. Oleh karenanya, dampak fenomena microburst ini juga dapat merusak wilayah yang mengalaminya.

Baca juga: Penyebab Fenomena Microburst yang Bisa Terjadi Saat Hujan Deras, Apa Saja?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+